Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Tradisi Arak Hewan Kurban di Malang, Berawal dari Syiar

Avirista Midaada , Jurnalis-Kamis, 29 Juni 2023 |05:23 WIB
Tradisi Arak Hewan Kurban di Malang, Berawal dari Syiar
Tradisi arak hewan kurban di Malang. (Okezone/Avirista)
A
A
A

KOTA MALANG - Tradisi mengarak hewan kurban menjadi salah satu kearifan lokal yang terus dijaga warga Jalan Gatot Subroto Gang 2, Kelurahan Temenggungan, Kota Malang.

Seorang tokoh warga, Ainul Yakin menyebut tradisi mengarak hewan kurban di kampungnya ini warisan dari para ulama mereka terdahulu.

"Meneruskan ajaran ulama terdahulu. Kita melakukan tradisi mengarak hewan kurban," ungkap Ainul Yakin kepada Okezone.

Menurutnya, tradisi tersebut awalnya sebagai syiar untuk memberi tahu warga sekitar mengenai penyembelihan hewan kurban sekaligus menarik perhatian warga lainnya untuk ikut berkurban.

"Ini memang menjadi syiar dari ulama kami terdahulu. Jadi biar mendorong orang lain juga ikut berkurban juga," ujarnya.

Selain itu, secara turun-temurun warga mempercayai darah hewan kurban yang disembelih bisa keluar dengan lancar usai diarak.

"Alasannya agar darah di hewan kurban bisa keluar dengan lancar saat disembelih usai diarak keliling kampung," tutur Ainul.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement