KOTA MALANG - Tradisi mengarak hewan kurban menjadi salah satu kearifan lokal yang terus dijaga warga Jalan Gatot Subroto Gang 2, Kelurahan Temenggungan, Kota Malang.
Seorang tokoh warga, Ainul Yakin menyebut tradisi mengarak hewan kurban di kampungnya ini warisan dari para ulama mereka terdahulu.
"Meneruskan ajaran ulama terdahulu. Kita melakukan tradisi mengarak hewan kurban," ungkap Ainul Yakin kepada Okezone.
Menurutnya, tradisi tersebut awalnya sebagai syiar untuk memberi tahu warga sekitar mengenai penyembelihan hewan kurban sekaligus menarik perhatian warga lainnya untuk ikut berkurban.
"Ini memang menjadi syiar dari ulama kami terdahulu. Jadi biar mendorong orang lain juga ikut berkurban juga," ujarnya.
Selain itu, secara turun-temurun warga mempercayai darah hewan kurban yang disembelih bisa keluar dengan lancar usai diarak.
"Alasannya agar darah di hewan kurban bisa keluar dengan lancar saat disembelih usai diarak keliling kampung," tutur Ainul.