nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Mengenal Tradisi Mengarak Hewan Kurban di Malang

Avirista Midaada, Jurnalis · Sabtu 20 Juli 2019 14:02 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 07 20 519 2081367 mengenal-tradisi-mengarak-hewan-kurban-di-malang-XTEzsQyGYj.jpg Hewan Kurban Diarak di Malang (foto: Avirista Midaada/Okezone)

KOTA MALANG - Tradisi mengarak hewan kurban menjadi salah satu kearifan lokal yang terus dijaga warga Jalan Gatot Subroto Gang 2, Kelurahan Temenggungan, Kota Malang.

Seorang tokoh warga, Ainul Yakin menyebut tradisi mengarak hewan kurban di kampungnya telah berumur 43 tahun dan menjadi tradisi warisan dari para ulama mereka terdahulu.

"Meneruskan ajaran ulama terdahulu, saat ini sudah 43 tahun pada idul adha tahun ini, kita melakukan tradisi mengarak hewan kurban," ungkap Ainul Yakin kepada Okezone.

Infografis Kurban (foto: Okezone)	 

Menurutnya, tradisi tersebut awalnya sebagai syiar untuk memberitahu warga sekitar mengenai penyembelihan hewan kurban sekaligus menarik perhatian warga lainnya untuk ikut berkurban.

"Ini memang menjadi syiar dari ulama kami terdahulu. Jadi biar mendorong orang lain juga ikut berkurban juga," lanjutnya.

Selain menjadi syiar, warga juga mempercayai secara turun temurun darah hewan kurban yang disembelih bisa keluar dengan lancar.

"Alasannya agar darah di hewan kurban bisa keluar dengan lancar saat disembelih usai diarak keliling kampung," terang Ainul.

Hewan Kurban Diarak di Malang (foto: Avirista Midaada/Okezone)	 

Tak cuma diarak sekedarnya, biasanya para warga yang didominasi para pemuda ini juga membentangkan spanduk dan beberapa properti lainnya sesuai tema acara untuk semakin menyemarakkan acara.

"Kalau tahun lalu karena momentum Idul adha bulan Agustus bertepatan dengan bulan kemerdekaan, warga ada juga yang membawa spanduk, bendera, hingga kembang api, flare, dan bomb smoke. Ya untuk membuat suasana meriahlah mas," jelasnya.

Tema kemerdekaan itu pula yang kemungkinan nantinya akan dipakai di hari raya idul adha tahun ini, namun dirinya masih berkordinasi dengan warga terkait tema tersebut.

Hewan kurban diarak dari Jalan Gatot Subroto, Jalan Ariesmunandar, Jalan Zainul Arifin, Jalan KH Ahmad Dahlan dan kembali ke Jalan Gatot Subroto. Dalam pengarakannya warga juga membacakan salawat badar serta lagu - lagu kebangsaan.

Alhasil arak - arakan ini biasanya menjadi daya tarik tersendiri bagi warga dan wisatawan yang melintasi lokasi. Tak jarang beberapa warga yang melintasi mengabadikan momen tersebut melalui kamera ponsel masing - masing.

Hewan Kurban Diarak di Malang (foto: Avirista Midaada/Okezone)

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini