Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Kisah Raja Mataram Berusia 16 Tahun, Diusir Usai Kematian Sang Ayah

Avirista Midaada , Jurnalis-Jum'at, 30 Juni 2023 |07:38 WIB
Kisah Raja Mataram Berusia 16 Tahun, Diusir Usai Kematian Sang Ayah
Ilustrasi. (Foto: Istimewa)
A
A
A

Magetan kemudian baru dapat dicapai pada 3 Juli 1742. Di Magetan, terdapat sekitar ratusan orang Tionghoa yang berasal dari "Negeri Awi" (kemungkinan besar yang dimaksud adalah Ngawi). Di samping itu, Bupati Wedana Madiun Martoloyo dan Deputinya Sumowijoyo, bersama sebagian rakyatnya kemudian bergabung dengan Sanan Mataram. Kesetiaan itu dihargai dengan baik sehingga Martoloyo diberi gelar pangeran.

Pada 5 Juli 1742, pukul 7 pagi rombongan berangkat dari Magetan dan setelah menempuh perjalanan selama 9 jam dan melalui jalan sepanjang 25 kilometer, mereka tiba di Madiun pada pukul 4 sore. Tumenggung Surobroto dan penguasa Caruban yang kami sebut tadi (Jayèngrono II) kemudian menghadap raja.

Audiensi ini menghasilkan tawaran Tumenggung Surobroto untuk membawa sang raja ke Ponorogo. Pada Minggu, 8 Juli 1742, pukul 7 pagi, perjalanan rombongan kerajaan berlanjut le Ponorogo.

(Qur'anul Hidayat)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement