Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Kemiskinan Terus Menurun, Jateng Era Ganjar Jadi Percontohan Roadmap Reformasi Birokrasi Nasional

Khafid Mardiyansyah , Jurnalis-Sabtu, 01 Juli 2023 |20:49 WIB
Kemiskinan Terus Menurun, Jateng Era Ganjar Jadi Percontohan <i>Roadmap</i> Reformasi Birokrasi Nasional
A
A
A

SEMARANG - Belum lama ini, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN RB) RI memilih Jawa Tengah sebagai provinsi pertama penyelenggara Sosialisasi dan Asistensi RB Tematik, dan Perubahan Roadmap Reformasi Birokrasi 2020-2024.

Menteri PAN RB Abdullah Azwar Anas mengatakan dipilihnya provinsi yang dipimpin Gubernur Ganjar Pranowo selama dua periode itu, karena Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintahan (SAKIP) dan Reformasi Birokrasinya mendapatkan nilai A.

“Jawa Tengah kan SAKIP-nya sudah A, begitu juga RB-nya A, harapan kami nih (RB Tematik) kami bisa jalan. Harapan kami nih, kami bisa jalan, dan daerah-daerahnya ke depan bisa menjadi lokomotif untuk bisa memberikan contoh dan bergerak di dalam reformasi birokrasi, khususnya RB Tematik,” tegasnya.

Selain itu, reformasi serta efisiensi birokrasi yang diterapkan Ganjar juga memicu tumbuhnya kemakmuran di Jateng.

Berdasarkan data BPS, jumlah warga miskin di Jateng dari tahun 2013-2022 terus mengalami tren penurunan. Hal ini terwujud berkat sejumlah intervensi yang dilakukan Ganjar.

Tahun 2013, jumlah penduduk miskin di Jateng sebanyak 4,8 juta orang atau 14,44 persen. Ini adalah periode awal Ganjar menjabat atau mulai kuartal IV-2013, tahun 2014 jumlah tersebut turun menjadi 4,56 juta jiwa atau 13,58 persen. Tahun 2015 jumlah penduduk miskin di Jateng mengalami kenaikan 15,21 ribu orang menjadi 4,57 juta jiwa, namun secara persentase penduduk miskin tetap yaitu sebesar 13,58 persen.

Tren penurunan kemiskinan di Jateng terus mengalami penurunan dari tahun 2016-2019, rinciannya tahun 2016 sebanyak 4,5 juta jiwa (13,27 persen), tahun 2017 4,45 juta jiwa (13,01 persen), tahun 2018 3,89 juta jiwa (11,32 persen), dan tahun 2019 3,74 juta jiwa (10,80 persen).

Pandemi Covid-19 yang mulai melanda tahun 2020 berdampak pada kenaikan angka kemiskinan Jateng menjadi 3,98 juta jiwa (11,41 persen), tahun 2021 ketika dampak ekonomi imbas Pandemi Covid-19 makin terasa jumlah kemiskinan Jateng kembali naik menjadi 4,1 juta jiwa (11,79 persen).

Tahun 2022 dengan berbagai intervensi yang dilakukan Ganjar, angka kemiskinan Jateng kembali turun menjadi 3,83 juta jiwa (10,93 persen).

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement