Menurut anggota Pelopor yang tengah terjaga tiba-tiba terdengar suara tembakan dari kerumunan demonstran yang diarahkan ke posisi para penjaga.
Personel Brimob bereaksi dengan melepaskan tembakan balasan. Pasukan Pelopor menembak dari ketinggian sehingga menimbulkan banyak korban.
Usai bentrokan, pasukan Pelopor melakukan penyisiran dan menemukan beberapa mayat demonstran yang menjadi korban penembakan.
Ada keanehan karena di tubuh mayat-mayat tersebut ditemukan senjata berupa Sten Gun, Thompson, dan pistol semiotomatis FN Cal 45 yang merupakan senjata standar Angkatan Darat (AD).
Mabak (Mabes) Polri mengeluarkan SK penggantian Kombes Anton Soedjarwo selang dua tahun kemudian, atau tepatnya 1968. SK itu keluar di tengah mencuatnya konflik internal Polri.
Wakil Komandan Resimen Pelopor Brimob AKBP Soetrisno Ilham merespons keras penggantian Kombes Anton. Bahkan, dirinya memimpin pengepungan Mabak Polri dengan membawa seluruh anggota Pelopor menggunakan truk.