Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Peristiwa 17 Juli, Indonesia Lancarkan Operasi Seroja hingga Duduki Timor Timur

Arief Setyadi , Jurnalis-Senin, 17 Juli 2023 |05:38 WIB
Peristiwa 17 Juli, Indonesia Lancarkan Operasi Seroja hingga Duduki Timor Timur
Operasi Seroja (Foto: Ist)
A
A
A

Produktivitas dalam hal kopi dan cengkih naik menjadi dua kali lipat, meskipun petani Timor Timur dipaksa untuk menjual kopi mereka dengan harga rendah untuk koperasi desa.

Pemerintahan Sementara Timor Timur didirikan pada pertengahan Desember 1975, yang terdiri dari pemimpin APODETI dan UDT. Upaya oleh Perwakilan Khusus Sekretaris Jenderal PBB, Vittorio Winspeare Guicciardi untuk mengunjungi daerah -daerah Fretilin- yang diadakan dari Darwin, Australia terhalang oleh militer Indonesia, yang memblokade Timor Leste. Pada 31 Mei 1976, sebuah 'Majelis Rakyat' di Dili, dipilih oleh intelijen Indonesia, secara bulat mendukung 'Tindakan Integrasi', dan pada 17 Juli, Timor Timur resmi menjadi provinsi ke-27 Republik Indonesia.

Pendudukan Timor Timur tetap menjadi isu publik di banyak negara, khususnya Portugal, dan PBB tidak pernah mengakui baik rezim yang didirikan oleh Indonesia atau aneksasi berikutnya.

Operasi Seroja merupakan operasi militer berskala besar yang pernah dilakukan Indonesia. Usai kapal perang TNI Angkatan Laut membombardir kota Dili, pasukan yang berlayar dari laut Indonesia mendarat di kota sekaligus menurunkan pasukan.

Sebanyak 641 pasukan terjun payung Indonesia melakukan penerjunan ke kota Dili, di mana mereka terlibat dalam enam jam pertempuran dengan kelompok bersenjata FALINTIL.

Menurut penulis Joseph Nevins, kapal perang Indonesia mengarahkan pasukan tentara untuk maju dan pesawat transportasi Indonesia sendiri menurunkan beberapa pasukan tentara mereka di atas pasukan Falintil yang akhirnya mundur dan menderita akibat serangan tersebut. 

Pada tengah hari, pasukan Indonesia telah merebut kota dengan korban 35 tentara Indonesia yang tewas, sementara 122 orang bersenjata FALINTIL tewas dalam pertempuran tersebut.

Pada 10 Desember invasi kedua menghasilkan penguasaan kota terbesar kedua, Baucau, dan pada Hari Natal, sekitar 10.000 hingga 15.000 tentara mendarat di Liquisa dan Maubara. Pada April 1976 Indonesia memiliki sekitar 35.000 tentara di Timor Timur, dengan 10.000 lain berdiri di Timor Barat Indonesia. Sebagian besar pasukan ini berasal dari pasukan elit di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement