Kala itu, Ambisi Jepang untuk menguasai wilayah Asia Pasific hancur setelah pada 6 Agustus 1945 Kota Hiroshima dijatuhi bom atom dan disusul jatuhnya bom atom di Kota Nagasaki pada 9 Agustus 1945.
Karena insiden tersebut, Jepang mengalami kekalahan perang hingga Kaisar Jepang Hirohito mengambil keputusan untuk menyerah tanpa syarat pada 14 Agustus 1945.
Kabar menyerahnya Jepang kepada sekutu disiarkan melalui radio nasional BBCI pada 15 Agustus 1945 dan para golongan muda di Tanah Air mendengar siaran radio tersebut.
Golongan muda yang terdiri dari Soekarni, Wikana, Chairul Saleh, Yusuf Kunto, dan lain-lain dengan segera memberi tahu berita tersebut dan mendesak Soekarno untuk segera melakukan proklamasi kemerdekaan.
Sayangnya, usulan golongan muda mendapatkan tentangan dari golongan tua. Pertentangan inilah yang menjadi latar belakang adanya peristiwa Rengasdengklok pada 16 Agustus 1945.
Tujuan dari penculikan tersebut adalah agar Indonesia segera memproklamirkan kemerdekaannya. Pada akhirnya, tanggal 17 Agustus 1945 pun dilaksanakan proklamasi kemerdekaan dengan teks yang disusun di hari yang sama pada dini hari.