Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Kisah Buya Hamka Jadi Imam Sholat Jenazah Bung Karno yang Pernah Memenjarakannya

Awaludin , Jurnalis-Senin, 24 Juli 2023 |05:01 WIB
 Kisah Buya Hamka Jadi Imam Sholat Jenazah Bung Karno yang Pernah Memenjarakannya
Buya Hamka (foto: suara muhammadiyah)
A
A
A

SASTRAWAN dan ulama besar, Haji Abdul Malik Karim Amrullah alias Buya Hamka. Seorang tokoh yang menjalani semua peran, sebagai ulama, tapi juga pahlawan dari sederet kiprah dan jasanya.

Buya Hamka lahir di Nagari Sungai Batang, Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumatra Barat, pada 17 Februari 1908. Ia merupakan seorang ulama dan sastrawan Indonesia. Hamka pernah berkarier sebagai wartawan, penulis, dan pengajar. Ia terjun dalam politik melalui Masyumi sampai partai tersebut dibubarkan.

Dirinya juga pernah menjabat sebagai Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) pertama, dan aktif dalam Muhammadiyah hingga akhir hayatnya. Universitas Al-Azhar dan Universitas Nasional Malaysia menganugerahkannya gelar doktor kehormatan, sementara Universitas Moestopo, Jakarta mengukuhkan Hamka sebagai guru besar. Namanya disematkan untuk Universitas Hamka milik Muhammadiyah dan masuk dalam daftar Pahlawan Nasional Indonesia.

Putra dari Abdul Karim Amrullah itu kerap melakukan perjalanan jauh seorang diri. Ia meninggalkan pendidikannya di Thawalib, menempuh perjalanan ke Jawa dalam usia 16 tahun. Setelah setahun melewatkan perantauannya, Hamka kembali ke Padang Panjang membesarkan Muhammadiyah.

Pengalamannya ditolak sebagai guru di sekolah milik Muhammadiyah karena tak memiliki diploma dan kritik atas kemampuannya berbahasa Arab melecut keinginan Hamka pergi ke Tanah Suci Makkah. Setibanya di ke Tanah Air, Hamka merintis karier sebagai wartawan sambil bekerja sebagai guru agama di Deli.

Ia bertekad meneruskan cita-cita ayahandanya sebagai ulama dan sastrawan. Banyak karya yang dihasilka Hamka, di antaranya menerbitkan Majalah Pedoman Masyarakat dan novel Di Bawah Lindungan Kakbah serta Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck. Dari situlah namanya mencuat sebagai sastrawan terkemuka.

Hubungan baik terjalin antara Buya Hamka dengan para pemimpin bangsa. Kedalaman pemikiran Buya Hamka membuat Bung Karno mengaguminya. Sehingga muncul hubungan erat yang terjalin antara sang putra fajar dan Buya Hamka.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement