"Menerima apa yang memang menjadi haknya dan tidak kemudian berusaha mencari-cari apa yang tidak menjadi haknya. Posisi pasangan menjadi sangat penting karena yang paling dekat dan paling bisa mengingatkan kita tentu pasangan kita masing-masing," terang Yaqut.
Yaqut mengapresiasi program pendidikan antikorupsi yang digelar KPK ini. Menurutnya, program ini penting untuk mengingatkan para penyelenggara negara agar tidak terjerumus kasus korupsi. Ia juga berharap kedepannya para rektor di bawah naungan Kemenag mendapat penguatan integritas dari KPK.
"Mudah-mudahan ini bisa dikembangkan bukan hanya di jajaran Kementerian Agama di eselon 1 tapi juga di kepala rektor bahkan kepala kantor wilayah. Karena mereka juga kuasa pengguna anggaran semua wajib hukumnya untuk memahami norma-norma antikorupsi," katanya.
(Fakhrizal Fakhri )