Andrei Soldatov, pakar dinas keamanan Rusia, mengatakan kepada Telegraph bahwa langkah itu "signifikan".
"Putin sedang meluruskan komando dan kendali pasukan khusus setelah pemberontakan Prigozhin," katanya.
Sementara itu, John Hardie, Wakil direktur program Rusia di Foundation for the Defence of Democracies, mengatakan kepada The Telegraph bahwa langkah tersebut merupakan kemenangan bagi mantan pengawalnya Zolotov, karena Grom adalah unit polisi khusus Kementerian Dalam Negeri yang terakhir.
(Susi Susanti)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.