Hingga pada 2020, Belanda mengembalikan keris milik Pangeran Diponegoro dalam kunjungan Raja dan Ratu Belanda. Sejak itu, Indonesia dan Belanda mulai membicarakan upaya repatriasi yang dilakukan dengan kerja sama dari kedua belah pihak.
Bahkan, Sultan Banjar sempat meminta berlian Banjarmasin, 'jarahan perang' yang disimpan di satu museum di Belanda dikembalikan.
Berlian yang saat ini dipamerkan di Rijksmuseum di Belanda, merupakan saksi "sejarah gelap, kekerasan pada zaman kolonial," menurut sejarawan dan kurator.
Berlian 80 karat, "jarahan perang" hampir 160 tahun lalu, sempat diberikan kepada Raja Willem III pada 1862 sebagai hadiah.
Kesultanan Banjar menyebut "simbol kesultanan yang dirampas" Belanda ini harus kembali ke tanah Banjar.
Tetapi sebetulnya, Indonesia sudah lama mengajukan permintaan pengembalian artefak-artefak bersejarah kepada Belanda.
Permintaan pengembalian barang-barang bersejarah ke Indonesia diajukan pertama kali oleh Mohammad Yamin selaku Menteri Pengajaran, Pendidikan, dan Kebudayaan pada 1954
Pengembalian pun sudah dilakukan sejak tahun 1970. Detilnya sebagai berikut:
(Susi Susanti)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.