Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Wapres: Jangan Lengah, Terorisme Kadang Muncul di Atas dan Bawah Permukaan

Binti Mufarida , Jurnalis-Jum'at, 28 Juli 2023 |17:30 WIB
 Wapres: Jangan Lengah, Terorisme Kadang Muncul di Atas dan Bawah Permukaan
Wapres Maruf Amin (Foto: Binti M)
A
A
A

JAKARTA - Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin mengatakan, jaringan terorisme terkadang muncul di permukaan, namun juga di bawah permukaan. Sebab itu, Wapres meminta semua pihak untuk tetap waspada serangan terorisme. 

Meskipun, menurut laporan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) bahwa angka serangan terorisme turun hingga 89 persen sejak 2016 hingga 2023.

“Kami menyampaikan apresiasi, walaupun begitu kita tetap tidak boleh lengah sebab memang terorisme itu kadang-kadang dia kumpul, muncul di permukaan, kadang-kadang juga berada di bawah permukaan. Oleh karena itu, kewaspadaan ini perlu kita lakukan,” ungkap Wapres usai menghadiri acara Hari Jadi ke-13 BNPT, di Djakarta Teater, Jumat (28/7/2023).

Pada kesempatan itu, Wapres mengatakan, terorisme disebabkan oleh ideologi agama yang salah pengertian, bahkan juga masalah sosial, dan ekonomi.

“Seperti kita, ketahui bahwa beberapa waktu yang lalu memang kita dihadapkan dengan masalah terorisme baik disebabkan oleh ideologi agama yang salah pengertian atau juga mungkin masalah-masalah sosial dan ekonomi,” kata Wapres.

"Dan melalui Badan Nasional Penanggulangan Terorisme, BNPT ini, kita Alhamdulillah sudah berhasil menekan dan bahkan Indonesia sudah dianggap berada di dalam posisi yang sedang, sedang, dan dianggap yang baik, yang menyangkut masalah penangkalan terhadap paham radikal terorisme, melalui upaya-upaya gerakan kontra radikalisasi yang dilakukan maupun juga dalam mengembalikan mereka yang sudah terpapar dengan gerakan deradikalisasi,” tambahnya.

Tidak hanya itu, Wapres juga mengingatkan ancaman terorisme melalui media sosial. “Bahkan, juga bisa melalui media sosial. Pernah disampaikan bahwa ada anak yang tidak pernah bergaul, berhubungan dengan pihak-pihak lain, tetapi tiba-tiba menjadi radikal itu karena melalui pembinaan melalui media sosial, ini yang barangkali yang perlu kita (waspadai),” ujarnya.

“Oleh karena itu, agenda ini sangat relevan itu Indonesia yang damai, Indonesia yang harmoni. Dan itu harus kita jaga terus di dalam rangka kita menghadapi Pemilu ya, jangan sampai Pemilu itu dimasuki atau digunakan oleh kelompok-kelompok radikal, sehingga bisa menimbulkan kegaduhan dan kerawanan,” ujarnya.

(Arief Setyadi )

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement