Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Rencana Menghabisi Nyawa Raja Majapahit Ternyata Dibuat oleh Pejabat Penting di Istana

Susi Susanti , Jurnalis-Selasa, 01 Agustus 2023 |07:01 WIB
Rencana Menghabisi Nyawa Raja Majapahit Ternyata Dibuat oleh Pejabat Penting di Istana
Ilustrasi Gajah Mada (Foto: Istimewa/Okezone)
A
A
A

JAKARTA – Rencana menghabisi nyawa Raja Jayanagara, Raja Majapahit ternyata disusun oleh pejabat penting di istana Majapahit sendiri.

Hal ini dipicu karena sifat yang sombong dan semaunya sendiri membuat Dharmaputra pejabat warisan Raden Wijaya kesal.

Pejabat penting itu yakni Ra Kuti yang memiliki keahlian dalam bidang militer, politik, serta memiliki kecerdikan dan strategi yang sudah terkenal. Ra Kuti dipilih karena kecerdasan yang membuatnya amat dikenal. Apalagi sejumlah peperangan di masa Raden Wijaya berhasil dimenangkan karena strategi dan nasehat dari Ra Kuti.

Tak heran ketika Jayanagara memerintah dengan sangat sewenang-wenang membuat ia tak bisa tinggal diam. Apalagi sepeninggal Mahapatih Majapahit Nambi dan Ra Semi, akibat fitnah Dyah Halayudha. Dikisahkan pada buku "Sandyakala di Timur Jawa 1042 - 1527 M Kejayaan dan Keruntuhan Kerajaan Hindu dari Mataram Kuno II hingga Majapahit" tulisan Prasetya Ramadhan, Ra Kuti membe tuk barisan bawah tanah guna membunuh sang raja.

Ia memobilisasi rakyat dan prajurit yang kecewa dengan kezaliman Jayanagara dan mempengaruhi mereka untuk memberontak. Bahkan Ra Kuti menawarkan balas jasa berupa penghargaan dan pangkat bila nantinya berhasil menjadi raja.

Setelah merasa kuat dan sudah waktunya, Ra Kuti dan pasukannya melakukan gerakan menyerbu istana. Pemberontakan Ra Kuti terjadi pada 1241 saka atau 1319 Masehi. Pada penyerangan ke istana, senopati perang yang sedang tidur pulas banyak yang menjadi korban keganasan pedang Ra Kuti dan komplotannya.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement