Sehari sebelum pembentuk PPKI, pada 6 Agustus 1945 pasukan Sekutu menjatuhkan bom atom di kota Nagasaki. Bom atom kedua dijatuhkan tiga hari kemudian, pada 9 Agustus 1945, di Kota Hiroshima. Kedua peristiwa ini mendorong Jepang untuk segera membuat keputusan penting.
Pada 12 Agustus 1945, Jenderal Besar Terauci menyampaikan kepada tokoh pergerakan yang diundang yaitu Ir.Soekarno, Drs. Moh. Hatta, dan dr. Radjiman Wediodiningrat bahwa pemerintah Kekaisaran Jepang memutuskan memberikan kemerdekaan kepada Indonesia pada 24 Agustus 1945, yang pelaksanaannya diawasi oleh PPKI.
Namun, pada 16 Agustus 1945, Ir. Soekarno dan Mohammad Hatta diculik 5 kelompok pemuda dan dibawa ke Rengasdengklok, salah satu kota kecamatan di Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Para pemuda mendesak Soekarno dan Hatta untuk segera memproklamasikan kemerdekaan.
Peristiwa, yang dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok ini terjadi karena perbedaan pendapat antara golongan tua dengan golongan pemuda terkait pelaksanaan proklamasi kemerdekaan.