Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Penyebab Dimana Soeharto Saat Tragedi G30S/PKI Terjadi dan Tidak Jadi Target Pembunuhan

Furqon Al Fauzi , Jurnalis-Jum'at, 04 Agustus 2023 |07:00 WIB
Penyebab Dimana Soeharto Saat Tragedi G30S/PKI Terjadi dan Tidak Jadi Target Pembunuhan
Dimana Soeharto saat tragedi G30S/PKI terjadi jadi tanda tanya
A
A
A

JAKARTA - Keterlibatan Presiden ke-2 Republik Indonesia Soeharto dalam tragedi G30S/PKI masih jadi perdebatan hingga saat ini. Bahkan tak sedikit yang ingin tahu dimana posisi Soeharto saat kejadian di malam 30 September 1965.

Seperti diketahui, sebanyak enam jenderal dan satu perwira TNI-AD gugur dalam peristiwa Gerakan 30 September 1965 atau G30S/PKI. Mereka dibunuh secara keji oleh orang-orang yang terlibat dalam G30S.

 BACA JUGA:

Para korban disiksa, ditembak, lalu mayatnya dibuang ke sebuah sumur tua di daerah Lubang Buaya, Pondok Gede, Jakarta Timur. Keenam jenderal dan satu perwira TNI-AD itu yakni, Letnan Jenderal Anumerta Ahmad Yani; Mayor Jenderal Raden Soeprapto; Mayor Jenderal Mas Tirtodarmo Haryono; Mayor Jenderal Siswondo Parman; Brigadir Jenderal Donald Isaac Panjaitan; Brigadir Jenderal Sutoyo Siswodiharjo; serta Lettu Pierre Andreas Tendean.

Lettu Pierre Tendean merupakan ajudan Jenderal Abdul Haris Nasution. Nahasnya ia menjadi korban salah sasaran. Sebab, pada 1 Oktober 1965, dini hari, Pierre Tendean disangka adalah Jenderal AH Nasution.

Jenderal AH Nasution salah satu jenderal yang menjadi target untuk dibunuh namun selamat berkat firasat dari sang istri. Dari sekian nama jenderal yang menjadi target pembunuhan dalam peristiwa G30S, tidak ada nama Soeharto di dalamnya.

Mayjen Soeharto sendiri saat itu menjabat sebagai Panglima Komando Cadangan Strategi Angkatan Darat (Pangkostrad). Belakangan, polemik bermunculan. Soeharto disebut sebagai salah satu orang yang diduga terlibat dalam peristiwa berdarah G30S/PKI.

 BACA JUGA:

Polemik dugaan keterlibatan Soeharto dalam G30S tertulis dalam buku Abdul Latief yang berjudul Pledoi Kol. A. Latief: Soeharto terlibat G30S. Dalam bukunya, Latief mengaku sempat datang dan bercerita ke Soeharto sebelum malam 30 September 1965. Latief bercerita soal rencana penculikan para Jenderal itu.

"Pak, malam ini kami beberapa kompi pasukan akan bergerak untuk membawa para jenderal anggota Dewan (Revolusi) ke hadapan yang mulia presiden," kata Latief dalam buku Pledoi Kol. A. Latief: Soeharto terlibat G30S.

Kolonel Abdul Latief merupakan salah satu saksi dalam peristiwa G30S. Ia disebut-sebut sebagai salah satu orang yang terlibat dalam pembantaian para jenderal. Latief terlibat dalam beberapa rapat sebelum malam berdarah 30 September 1965, terjadi.

Lantas, menjadi pertanyaan penting dimana Pak Harto (Soeharto) berada saat malam tragis 30 September 1965?

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement