JAKARTA – Kitab Negarakertagama menyebutkan bahwa Raja Majapahit, Hayam Wuruk meninggal dunia pada 1389. Sepeninggal Hayam Wuruk, tahta Majapahit diteruskan oleh menantunya, Wikramawardhana.
Namun, pemerintahan Raja Wikramawardhana mendapat tantangan dari Bhre Wirabhumi.
Nama asli Bhre Wirabhumi tidak diketahui. Menurut Pararaton, ia adalah putra Hayam Wuruk dari selir, dan menjadi anak angkat Bhre Daha istri Wijayarajasa, yaitu Rajadewi. Bhre Wirabhumi kemudian menikah dengan Bhre Lasem sang Alemu, putri Bhre Pajang (adik Hayam Wuruk).
Alhasil, pertentangan itu membuat keraton Majapahit terpecah dua, dengan bagian barat dikuasai Wikramawardhana dan bagian timur dipimpin Bhre Wirabhumi. Perang antara kedua belah pihak ini pun tak terelakkan.
"Tahun 1405, terjadi perang antara pihak Wikramawardhana melawan kubu Bhre Wirabhumi yang kemudian disebut sebagai Perang Paregreg," tulis P.N.A. Masud Thoyib dalam buku Pengageng Kedaton Jayakarta.
Perang Regreg atau Paregreg yang berlangsung dari 1404 hingga 1406 ini menjadi faktor utama penyebab kemunduran Majapahit.