Konflik ini bermula dari pemberontakan Bhre Wirabhumi terhadap Wikramawardhana, yang awalnya memberikan keunggulan pada pihak keraton timur. Namun, setelah Wikramawardhana mendapat bantuan dari Bhre Tumapel, pihak keraton barat pun akhirnya memperoleh kemenangan.
Bhre Wirabhumi melarikan diri setelah kekalahan tersebut, tetapi berhasil dikejar dan ditangkap oleh Raden Gajah (Bhra Narapati). Bhre Wirabhumi dipenggal kepalanya pada 1328 Saka atau 1406 Masehi.
Meski pemberontakan Bhre Wirabhumi berhasil dipadamkan, namun keuangan Majapahit banyak terkuras oleh Perang Regreg. Akibatnya banyak wilayah Majapahit di luar Jawa yang memisahkan diri dari pemerintahan Trowulan.
Wikramawardhana memerintah Majapahit sampai meninggal pada 142. Dia digantikan putrinya, Suhita, yang memerintah pada 1429-1447. Namun, kemunduran Kerajaan Majapahit telah terlihat sejak sebelum Suhita berkuasa.
(Rahman Asmardika)