"Jika tidak ada masukan atau tanggapan, saya anggap Agenda of the 44th General Assembly of AIPA dapat disetujui," lanjut cucu Bung Karno itu.
Puan kemudian meminta masukan dan tanggapan terkait Pertimbangan topik Dialog dengan Observer. Dialog tersebut akan mengusung tema Parliamentary Cooperation: Shared Comitment for Peace, Stability and Prosperity.
"Selanjutnya, pertimbangan topik pada Sidang AIPA–ASEAN. Sidang AIPA-ASEAN akan membicarakan tema tentang Affirming ASEAN – AIPA Collaboration for Secure and Peaceful Southeast Asia. Apakah ada masukan atau tanggapan terkait ?," Puan kembali bertanya kepada seluruh peserta Sidang Komite Eksekutif.
Karena tidak ada tanggapan dan masukan, Puan mengetuk palu sekali lagi sebagai tanda sidang dilanjutkan pada sesi berikutnya. Setelah itu, sidang menyetujui untuk pimpinan rapat-rapat komisi di AIPA dipimpin oleh anggota yang berasal dari Parlemen tuan rumah, dalam hal ini DPR RI. Hal ini sesuai tradisi di AIPA selama ini.
Sidang Komite Eksekutif AIPA juga menyetujui Dewan Legislatif Brunei Darussalam menjadi tuan rumah pertemuan Kaukus AIPA ke-15. Lalu Puan melanjutkan sidang dengan pertimbangan Tuan Rumah AIPA Advisory Council on Dangerous od Drugs (AIPACODD) ke-7.
"Menyusul berakhirnya pertemuan AIPACODD ke-6 di Indonesia, pertemuan AIPACODD ke-7 akan diselenggarakan tahun depan dengan tuan rumah Majelis Nasional Republik Demokratik Rakyat Laos," tuturnya.
Memasuki agenda terakhir, Puan menerangkan ada beberapa hal yang perlu dibahas. Yakni, memberikan otoritas dan fungsi kepada Anggota Parlemen Muda AIPA atau Young Parliamentarians of AIPA (YPA).
Lalu menyetujui agenda rapat untuk Komisi Politik, Komisi Ekonomi, Komisi Sosial, Komisi Organisasi, Komisi Perempuan, serta Komisi Pemuda.
"Selanjutnya tentang permohonan proposal dari Sekretaris Jenderal AIPA untuk pembentukan Satuan Kerja, yang meliputi, pendirian perpustakaan hukum digital AIPA (AIPA Digital Law Library), panduan mengenai keterlibatan AIPA dengan Entitas di luar AIPA serta gagasan pembentukan Parlemen ASEAN," urai Puan.
DPR RI sebagai tuan rumah Sidang Umum AIPA ke-44 pun mengusulkan perubahan AIPA Song kepada Sekertaris Jenderal AIPA. Puan lalu menutup sidang dengan menyerukam semangat persahabatan antarparlemen di Asia Tenggara.
"Dengan semangat persahabatan antar-parlemen, ASEAN Unity dan kerja sama, bersama kita telah menyelesaikan Sidang Komite Eksekutif ini dengan baik,” ujarnya.