Langkah Kyiv tersebut merupakan bagian dari gerakan "dekomunisasi" - atau menghapus jejak bekas Uni Soviet, sesuatu yang Ukraina lakukan sejak invasi Rusia tahun lalu, demikian dilansir dari VOA Indonesia.
Pergeseran budaya ke identitas diri Ukraina yang lebih kuat dalam beberapa tahun terakhir disertai dengan kecenderungan politiknya ke negara-negara Barat telah membuat berang Presiden Rusia Vladimir Putin. Kremlin bahkan menjadi hal tersebut sebagai pembenaran untuk menyerang Ukraina.
Kyiv mengatakan invasi tampaknya merupakan misi kekaisaran untuk menciptakan kembali Uni Soviet.
Selama Revolusi Maidan 2014, para demonstran merobohkan patung-patung Vladimir Lenin, menolak otoritarianisme dan komunisme dan menuntut hubungan yang lebih dekat dengan Uni Eropa.
Ukraina melarang simbol Soviet pada 2015, setahun setelah Rusia mencaplok Krimea dan mendukung proksi separatis di timur negara itu.