“Saya masih membayangkan backgroundnya nanti giant screen, ditambah sentuhan kemajuan teknologi, anak-anak bermain di situ, kostum dicreate kekinian sesuai imajinasi mereka, menarik tetapi yang klasik nggak hilang. Seperti musik, ada pop, ada mix, tapi orang mau nonton yang klasik ada tempatnya. Kita jadi bangsa yang kaya seni budaya,” beber Ganjar.
Sementara itu, Direktur Jenderal Kebudayaan Kemendikbudristek Hilmar Farid berharap film seperti ini termasuk pertunjukan kesenian tradisional lebih banyak dipanggungkan.
“Wayang bukan hanya seni pertunjukkan, tetapi laku hidup,” tuturnya,
(Erha Aprili Ramadhoni)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.