"Kami akan terus memanfaatkan seluruh platform Zoom untuk menjaga agar karyawan dan tim kami yang tersebar tetap terhubung dan bekerja secara efisien," terangnya.
Wall Street Journal melaporkan saat itu, hanya sekitar 1% pekerja perusahaan yang memiliki "kehadiran kantor tetap" pada September 2022, sementara 75% tinggal dari jarak jauh dan sisanya memiliki pengaturan hybrid.
Tetapi Zoom berada di bawah tekanan yang meningkat karena perluasan kerja jarak jauh mendorong para pesaingnya, seperti Microsoft, untuk meningkatkan penawaran video mereka.
Pertumbuhan telah melambat tajam sejak pandemi. Awal tahun ini, perusahaan mengumumkan pemotongan 15% stafnya dan eksekutif puncak akan mengambil pemotongan gaji yang besar.
Sahamnya bernilai sekitar USD68 masing-masing hari ini, turun dari lebih dari USD500 pada puncaknya pada Oktober 2020.
(Susi Susanti)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.