Mereka naik pesawat pembom yang sudah rongsokan. Banyak lubang bekas tembakan di badan pesawat itu. Pesawat itu juga tidak memiliki tempat duduk sehingga para penumpang duduk di lantai pesawat atau berbaring.
Pesawat itu juga tidak memiliki pemanas, membuat para penumpang menggigil kedinginan, tetapi yang paling parah, tidak ada juga toilet. Nah, yang jadi masalah, saat itu Soekarno sangat kebelet ingin buang air kecil.
BACA JUGA:
Dia kemudian berbisik pada Suharto, dokter pribadinya. "Aku ingin kencing. Apa yang harus kulakukan?," bisik Bung Karno.
Suharto juga bingung, tidak ada kamar kecil. Maka dia menunjuk bagian ekor pesawat yang penuh lubang bekas tembakan.
"Tidak ada tempatnya, jadi tidak ada jalan lain. Bung harus kencing di sana," kata Suharto.
"Baiklah. Aku melangkah pelan-pelan ke bagian belakang pesawat dan melampiaskan hajatku. Dan baru aku mulai, tiupan angin yang keras menghempas melalui lubang-lubang bekas peluru dan menyemburkan air itu ke seluruh ruangan pesawat. Kawan-kawanku yang malang itu mandi dengan air istimewa," beber Soekarno.
Saat mendarat di Jakarta, para pemimpin bangsa itu masih setengah basah dengan air kencing sang pemimpin besar revolusi. Tak dijelaskan bagaimana reaksi Hatta dan yang lainnya saat terkena air kencing Soekarno.
(Furqon Al Fauzi)