Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Bocah 6 Tahun Tembak Gurunya, Sang Ibu Mengaku Bersalah Atas Tuduhan Penelantaran Anak

Susi Susanti , Jurnalis-Rabu, 16 Agustus 2023 |11:11 WIB
Bocah 6 Tahun Tembak Gurunya, Sang Ibu Mengaku Bersalah Atas Tuduhan Penelantaran Anak
Bocah 6 tahun tembak gurunya di sekolah (Foto: Facebook)
A
A
A

VIRGINIAIbu dari seorang anak berusia enam tahun yang menembak gurunya di ruang kelas Virginia telah mengaku bersalah atas tuduhan penelantaran anak.

Media Amerika Serikat (AS) melaporkan Deja Taylor, 26, mengajukan pengakuan bersalah sebagai bagian dari kesepakatan dengan jaksa untuk mengurangi hukuman dari enam tahun menjadi enam bulan.

Seperti diketahui, anak Taylor menembak Abigail Zwerner, seorang guru di Richneck Elementary School di kota Newport News, pada 6 Januari lalu. Hukuman Taylor dijadwalkan pada 27 Oktober mendatang.

Sebagai bagian dari kesepakatan pembelaan Taylor, tuduhan pelanggaran ringan yang terpisah atas penyimpanan senjata api yang sembrono dibatalkan.

NBC News melaporkan James Ellenson, seorang pengacara untuk Taylor, mengatakan kliennya tetap menyesal, meskipun dia percaya tidak ada hukuman penjara akan menjadi hukuman yang tepat.

"Dia merasa sangat bertanggung jawab, merasa sangat sedih," kata Ellenson kepada wartawan setelah sidang.

BBC telah menghubungi Ellenson untuk memberikan komentar.

Taylor sebelumnya mengatakan kepada polisi bahwa dia yakin pistol itu ada di dompetnya, diamankan dengan kunci pemicu, dan kunci kunci untuk senjata ada di bawah kasur kamar tidurnya.

Namun dalam pengakuan bersalahnya, dia dilaporkan mengakui bahwa senjata itu disimpan sedemikian rupa sehingga dapat diakses.

Menurut Washington Post, seorang asisten Pengacara Persemakmuran Newport News mengatakan di pengadilan pada Selasa (15/8/2023), anak berusia enam tahun itu mengambil pistol dari dompet ibunya, yang berada di atas lemari.

Jaksa penuntut mengatakan pistol itu tidak diamankan dengan kunci pemicu.

Penembakan tersebut, yang menjadi berita utama nasional pada Januari lalu, kembali menyoroti masalah keamanan sekolah dan kekerasan senjata.

Zwerner dipukul di tangan dan dada, mengakibatkan rawat inap selama seminggu di rumah sakit dan beberapa operasi. Dia mengajukan gugatan USD40 juta terhadap distrik sekolah awal tahun ini.

Dokumen pengadilan yang baru terungkap yang dibuka pada Agustus ini menambahkan detail tambahan tentang insiden tragis itu.

Anak berusia enam tahun itu dikatakan telah mengakui perbuatannya.

"Saya melakukannya,” ujar anak itu.

"Saya mendapatkan senjata ibu saya tadi malam,” lanjutnya.

Anak laki-laki itu belum dituntut.

Adapun sang ibu, Taylor mengaku bersalah pada Juni lalu atas tuduhan federal menggunakan mariyuana sambil memiliki senjata api. Hukuman dalam kasus itu juga dijadwalkan pada Oktober mendatang.

(Susi Susanti)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement