Soekarno pun memilih tidak melanjutkan percakapan meminta Benny menjadi pasukan Cakrabirawa. Namun, Soekarno malah melayangkan permintaan lain yang justru lebih absurd.
“Saya ini sebetulnya ingin anakku kawin dengan seorang prajurit. Ya memang seperti engkau ini…” ujar Soekarno itu kepada Benny Moerdani.
Pada saat itu, Soekarno memiliki tiga anak perempuan yaitu Megawati Soekarnoputri, Rachmawati, dan Sukmawati. Soekarno menggunakan kalimat kiasan yang menggambarkan harapannya untuk menjodohkan seorang putrinya.
Harapan Soekarno kandas karena Benny menolaknya. Benny mengaku sudah punya tunangan, yaitu seorang mantan pramugari Garuda bernama Hartini.
Benny akhirnya menikah dengan Hartini di Kantor Catatan Sipil beberapa tahun kemudian, atau pada 12 Desember 1964. Pesta perkawinan berlangsung di Istana Bogor atas perintah Soekarno.
Soekarno rupanya sangat mengenal keluarga Hartini. Paman Hartini, Ir Anwari, merupakan teman kuliah Soekarno di Technische Hooge School (ITB), Bandung.
Ketika Ir Anwari diundang ke Istana untuk menerima sebuah penghargaan, Hartini dan keluarganya ikut serta. Dalam pernikahan itu, Soekarno mulai mengenal secara pribadi Hartini dan keluarganya.
Bahkan, Soekarno yang menjanjikan Hartini dan Benny untuk menikah di Istana Bogor usai kepulangan Hartini ke Indonesia setelah menempuh sekolah di East West Centre di Hawaii, Amerika Serikat.
“Kamu kok nggak kawin-kawin, apa sih alasannya,” tanya Soekarno.
“Saya kan sudah punya pacar Pak,” jawab Hartini.
Soekarno baru mengetahui bahwa Hartini sedang berpacaran dengan dengan Benny Moerdani. Hubungan mereka sudah berlangsung selama 7 tahun.
Soekarno yang mengetahui hal tersebut akhirnya menjanjikan pernikahan mereka berdua untuk dilangsungkan di Istana Bogor. Benny dan Hartini pun melangsungkan pernikahan di Istana Bogor.
“Kamu kan nggak punya orangtua. Pokoknya, kalian kawin saja, nanti saya pestakan di Bogor," ujar Soekarno.
Pesta tersebut dihadiri sekira 30 tamu, salah satunya adalah tamu kehormatan Panglima TNI AD Letnan Jenderal TNI Achmad Yani.
Usai resepsi di Istana Bogor, Benny bertanya kepada sang istri apakah tidak ingin menggelar acara yang bisa dihadiri teman-temannya. Hartini sebetulnya ingin melakukan hal tersebut. Tetapi, mereka tidak punya cukup uang untuk menyewa gedung, sehinggga harus mengurungkan niatnya.
Benny Moerdani mendadak teringat kepada temannya, Dr. Joseph Halim, perwira kesehatan yang pernah sama-sama bertugas di Papua, dan mencoba bertanya terkait ruangan pesta untuk mereka berdua.
“Dok bisa bantu saya? Saya perlu ruangan untuk pesta kawin, tapi saya tidak punya uang,” tanya Benny kepada Joseph.
“Gampang. Nanti kita pinjam bangunan baru Gedung Panti Perwira di Jalan Prapatan (Jakarta),” ujar Joseph, yang rupanya sedang menjalani hubungan dengan Komandan Detasemen Korps Wanita Angkatan Laut (Kowal).
Benny dan Hartini akhirnya menggelar pesta nikah di gedung milik TNI AL, tidak jauh dari asrama KKO di Kwini.
(Khafid Mardiyansyah)