JAKARTA - Pangdam Jaya Mayjen TNI Mohamad Hasan membagikan cerita saat Presiden Joko Widodo (Jokowi) marah usai menghadiri HUT ke-72 TNI di pelabuhan PT Indah Kiat, Cilegon, Banten.
Saat itu, Hasan menjabat sebagai Komandan Grup A Pasukan Pengamanan Presiden (Dangrup) A Paspampres.
Melansir buku biografinya berjudul “Menjaga Jokowi Menjaga Nusantara: Catatan Perjalanan Jaguar Komandan Grup A Pasukan Pengamanan Presiden” sebelum menghadiri puncak peringatan HUT TNI, Jokowi sempat menginap di salah satu hotel di daerah Anyer.
Berdasarkan rundown acara, Jokowi dijadwalkan berangkat pukul 06.30 WIB dengan waktu tempuh sekitar 45 menit ke tempat acara. Harapannya, perjalanan menuju ke pelabuhan tidak ada hambatan karena sesuai protap pengamanan perjalanan VVIP sudah disiapkan rute dan pengaturan lalu lintas yang telah diprioritaskan.
Saat tiba pada waktunya, Jokowi bersama rombongan mulai bergerak dari Anyer menuju Cilegon. Perjalanan menyusuri Pantai Anyer hingga Kota Cilegon pada awalnya berjalan lancar. Namun memasuki Pelabuhan Merak, kendaraan VVIP mulai bergerak pelan. Pengawal bermotor Paspampres dan Patroli Kawal (Patwal) polisi mulai kesulitan membuka jalan. Sebab puluhan kendaraan sudah memadati jembatan layang pelabuhan tersebut.
“Saya berpikir kondisi lalu lintas sudah tidak sesuai dengan rencana pengaturan yang sebelumnya ditetapkan. Saya mulai curiga bahwa sudah terjadi sebuah kesalahan pengaturan atau rekayasa lalu lintas. Seharusnya rute lalu lintas yang dilalui Presiden tidak sepadat ini,” ujar mantan Danjen Kopassus tersebut.
Arbituren Akademi Militer (Akmil) 1993 ini melanjutkan, Presiden Jokowi melalui ajudannya bertanya mengenai kondisi jalan dan jarak tempuh yang harus dilewatinya menuju tempat acara. Setelah menunggu 30 menit, mobil yang ditumpangi Presiden Jokowi masih tertahan dan tidak bisa bergerak sama sekali.
“Hal yang saya khawatirkan pun terjadi. Presiden Jokowi turun dari mobil dan berjalan kaki menuju tempat acara. Bapak turun…bapak turun kata ajudan melalui radio dengan tergesa-gesa. Saya langsung turun dari mobil security,” ujarnya.
Jokowi selanjutnya berjalan kaki di sela-sela kemacetan yang mengular bersama seluruh perangkat kepresidenan mulai dari Paspampres, Setpres, Sekretaris Militer, Protokol Biro Pers hingga para menteri seperti, Menhan Ryamizard Ryacudu, Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian, Kepala Staf Presiden Teten Masduki, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo serta Menteri PUPR Basuki Hadimuljono.
Hal itu membuat pengemudi yang mobilnya dilewati Presiden Jokowi terkejut. Mereka tidak menyangka Presiden Jokowi berjalan kaki menuju tempat acara. Begitu juga dengan warga sekitar yang tidak menyangka Presiden Jokowi akan berjalan kaki melintas di hadapan mereka. Setelah berjalan kaki hampir 3 Km, Presiden Jokowi tiba di jalan menuju lokasi.
Presiden Jokowi langsunf menuju mimbar kehormatan. Keputusan Presiden Jokowi berjalan kaki adalah keputusan yang tepat dan cepat berdasarkan perhitungan kondisi saat itu.
“Bayangkan jika Presiden Jokowi tetap menunggu dikendaraannya dan tidak berjalan kaki menuju lokasi acara,” katanya.
Setelah menghadiri acara, Presiden Jokowi selanjutnya meresmikan pembangunan tiga PLTU di Serang, Banten. Sebelum berangkat, Presiden Jokowi sempat transit di Hotel Cilegon untuk berganti baju.
“Saya tidak melihat Panglima TNI dan Kapolri ikut dipanggil ke hotel tersebut. Sebagai Komandan Grup A Paspampres saya hanya memantau dari luar kegiatan evaluasi,”ujarnya.
“Berdasarkan penyampaian atasan saya, Danpaspampres Mayjen TNI (Mar) Suhartono, Presiden Jokowi memberikan teguran kepada semua pimpinan perangkat kepresidenan atas kejadian yang baru saja terjadi dan mengingatkan agar kejadian serupa tidak boleh terulang lagi di mana pun,” tuturnya.
Bagi “Jaguar” panggilan untuk Dangrup A Paspampres M. Hasan, mengawal Presiden dengan berjalan kaki di bawah terik matahari dari jalan layang Pelabuhan Merak sampai Pelabuhan Indah Indah Kiat dengan menggunakan jas membuat seluruh badan basah kuyup dengan keringat.
(Fahmi Firdaus )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.