Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Gandeng Puspom TNI, Polda Metro Bongkar Pabrik Modifikator Senjata di Semarang

Irfan Ma'ruf , Jurnalis-Jum'at, 18 Agustus 2023 |19:43 WIB
Gandeng Puspom TNI, Polda Metro Bongkar Pabrik Modifikator Senjata di Semarang
Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol Hengki Haryadi (Foto: MPI)
A
A
A

JAKARTA - Ditreskrimum Polda Metro Jaya bersama Puspom TNI Angkatan Darat mengungkap pabrik yang memodifikasi (modifikator) senjata di Semarang, Jawa Tengah.

Dirreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol Hengki Haryadi mengatakan, hasil kolaborasi dan koordinasi dengan Puspom TNI sejak bulan Juni 2023 berhasil mengungkap sejumlah tersangka.

“Kami sudah ungkap kemarin pabrik modifikatornya di Semarang ya, kita tangkap juga penerima-penerima senjata apinya, kemudian kita dapatkan beberapa alat bukti,” kata Hengki di Mapolda Metro Jaya, Jumat (18/8/2023).

“Kami menangkap beberapa tersangka termasuk pabrik modifikator senjata api,” imbuhnya.

Hengki tidak mengungkap lebih detail perihal pengungkapan kasus peredaran senjata api ilegal itu, termasuk identitas dari sejumlah tersangka yang ditangkap lantaran proses penyidikan yang masih berlangsung, yang nantinya akan disampaikan lebih lengkap dalam konferensi pers berikutnya.

“Jadi total yang sudah kami ungkap Krimum Polda Metro Jaya termasuk berkolaborasi dengan Puspom AD beberapa waktu lalu sebelum ini, itu adalah saat ini kurang lebih 55 pucuk senjata api ilegal,” ujar Hengki.

Hengki menuturkan senjata yang dimodifikasi oleh pabrik modifikator senjata di Semarang serta pabrikan penjual senjata api banyak menyuplai berbagai senjata yang beredar di masyarakat.

“Nah ini senjata modifikator ini banyak disuplay oleh, yang profesional itu ada di Semarang yang baru kami ungkap kemarin, dan juga senjata pabrikan penjual senjata api,” kata Hengki.

Sebelumnya, Polda Metro Jaya membantah tiga anggota polisi terlibat kasus dugaan tindak pidana terorisme yang menyeret DE (28), karyawan PT KAI yang diduga terlibat aksi terorisme.

"Terkait anggota Polri (yang ditangkap), anggota Polri tidak ada hubungan dengan jaringan teror," ujar Hengki.

Meski demikian dia membenarkan penangkapan tiga anggota polisi. Ketiga anggota ditangkap terkait kasus penjualan senjat api ilegal bukan terkait aksi terorisme yang menyeret DE.

Tiga anggota yang ditangkap adalah Bripka Reynaldi Prakoso anggota Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, kemudian Bripka Syarif Mukhsin anggota Renmin Samapta Polresta Cirebon Kabupaten dan Iptu Muhamad Yudi Saputra Kanit Reskrim Polsek Bekasi Utara.

"Informasi ini perlu kami luruskan. Opersasi kami tetap lanjut, masih banyak senjata belum kami sita. Kami koordinasi dengan Densus dan Pom TNI," tambahnya.

(Arief Setyadi )

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement