Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Kisah Raja Penunggang Gajah yang Bawa Tarumanegara ke Masa Kejayaan

Avirista Midaada , Jurnalis-Senin, 21 Agustus 2023 |07:02 WIB
Kisah Raja Penunggang Gajah yang Bawa Tarumanegara ke Masa Kejayaan
Raja Purnawarman (Foto: Wikipedia/Ist)
A
A
A

Sosok Purnawarman melegitimasi dirinya sebagai sosok Dewa Wisnu yang hidup di dunia. Ia seorang yang kuat, memiliki ilmu tinggi dan mampu menaklukkan lawan dengan mudah. Atas kehebatan yang dimiliki, rakyat harus tunduk dan patuh di bawah pemerintahan Raja Purnawarman.

Hal ini sesuai dengan ajaran Hindu, umat harus memuja Dewa Wisnu. Sebab, Dewa Wisnu adalah dewa yang bergelar sebagai shtiti (pemelihara) yang bertugas memelihara dan melindungi segala ciptaan Brahma (Tuhan Yang Maha Esa).

Berbeda dengan Prasasti Ciaruteun, dalam Prasasti Kebun Kopi terdapat pahatan cap telapak kaki gajah milik Raja Purnawarman. Prasasti tersebut menceritakan Raja Purnawarman memiliki piaraan gajah yang wujudnya seperti Airawata, yakni vahana, yang artinya makhluk atau benda yang menjadi kendaraan milik salah satu dewa.

Dari isi Prasasti Kebun Kopi juga dapat diterjemahkan bahwa Raja Purnawarman melegitimasi dirinya memiliki alat transportasi berwujud gajah. Secara simbolik, vahana atau kendaraan yang ditunggangi Raja Purnawarman dianggap menyerupai piaraan Dewa Indra. Dengan istilah lain, berarti Raja Purnawarman telah melegitimasi dirinya sebagai Dewa Indra.

Sementara di Prasasti Pasir Jambu dikisahkan Purnawarman menggunakan simbol-simbol religiositas Hindu. Raja Purnawarman menceritakan dirinya sosok raja yang memiliki wibawa tinggi, tangguh, gagah perkasa, dan ditakuti semua musuh, sehingga ia sudah sepatutnya dihormati oleh siapa pun.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement