JAKARTA- Deretan gerakan separatis pernah terjadi di Indonesia. Melansir dari Pusat Studi Kemanusiaan dan Pembangunan, gerakan separatis merupakan sebuah upaya dari sekelompok orang untuk dapat melepaskan diri dari suatu negara atau merdeka dengan berbagai motif.
Berikut adalah 6 gerakan separatisme yang pernah terjadi di Indonesia: .
1. Partai Komunis Indonesia (PKI) di Madiun
Pada tahun 1948, PKI melakukan banyak kekacauan yang kemudian disebut sebagai pemberontakan PKI Madiun. Peristiwa ini berawal dari jatuhnya kabinet Amir Sjarifuddin akibat gagal dalam Perundingan Renville.
Guna dapat mengambil kedudukannya kembali, Amir Syarifuddin kemudian membentuk Front Demokrasi Rakyat (FDR) dan bergabung dengan Musso. Setelah itu, mereka kemudian membuat doktrin PKI yang berujung pada kekacauan.
2. DI/TII
Hasil Perundingan Renville yang merugikan Indonesia membuat militer Indonesia di Jawa Barat yang menjadi wilayah Belanda harus mengungsi ke Jawa Tengah yang merupakan wilayah Republik Indonesia.
Kendati demikian, beberapa kelompok masyarakat memutuskan enggan untuk menaati perjanjian tersebut. Salah satunya, S.M. Kartosuwiryo yang kemudian memproklamasikan berdirinya Negara Islam Indonesia (NII) dengan pasukannya, Tentara Islam Indonesia (TII).
3. Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia (PRRI)
Beberapa tahun pasca kemerdekaan, konflik pemerintah daerah dan pemerintah pusat mulai terjadi. Beberapa daerah merasa kecewa dengan kurang adilnya pemerintah pusat dalam mengalokasikan dana pembangunan.
Akibat hal tersebut, sejumlah daerah membentuk dewan meliputi Dewan Banteng di Sumatera Barat pimpinan Letkol Ahmad Husein, Dewan Gajah di Sumatera Utara pimpinan Kolonel Maludin Simbolon, Dewan Garuda di Sumatera Selatan pimpinan Letkol Barlian, serta Dewan Manguni di Sulawesi Utara pimpinan Kolonel Ventje Sumual.
Gerakan sejumlah dewan ini kemudian dikenal dengan istilah pemberontakan Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia (PRRI).
4. Permesta
Pemberontakan yang dilakukan PRRI mendapat dukungan dari masyarakat Indonesia Timur. Tepatnya pada 17 Februari 1958, Somba memutuskan mendukung PRRI dan memutus hubungan dengan pemerintah pusat. Gerakan tersebut kemudian dikenal dengan istilah Perjuangan Rakyat Semesta (Permesta).
5. Organisasi Papua Merdeka (OPM)
Organisasi Papua Merdeka (OPM) adalah organisasi yang bertujuan agar Irian Jaya dapat memisahkan diri dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Organisasi ini berdiri sejak tahun 1965 dan terus melakukan pergerakan yang masif. Kendati demikian, gerakan ini dilarang di Indonesia maupun dunia internasional yang mengakui kedaulatan Indonesia.
6. Gerakan Aceh Merdeka (GAM)
Sama halnya dengan OPM, Gerakan Aceh Merdeka (GAM) juga berupaya membuat wilayah Aceh memisahkan diri dari NKRI. Konflik ini bahkan terus berlanjut hingga pemerintah harus menetapkan status Darurat Militer untuk wilayah Aceh pada tahun 2003.
Memasuki tahun 2005, pemerintah Indonesia dan GAM mulai melakukan perundingan di Vantaa, Finlandia. Hingga pada akhirnya, Indonesia dan GAM mencapai kesepakatan damai pada 17 Juli 2005.
Itulah 6 gerakan separatisme yang pernah ada di Indonesia.
(RIN)
(Rani Hardjanti)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.