Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Ketika Presiden Jokowi Dikejar 4 Jenderal TNI Usai Teror Bom Solo

Erha Aprili Ramadhoni , Jurnalis-Minggu, 27 Agustus 2023 |07:23 WIB
Ketika Presiden Jokowi Dikejar 4 Jenderal TNI Usai Teror Bom Solo
Presiden Jokowi mudik ke Solo pada 2018. (Dok BPMI)
A
A
A

JAKARTA - Pangdam Jaya Mayjen TNI Mohamad Hasan mengungkapkan pengalamannya saat bertugas menjadi Komandan Grup A Pasukan Pengamanan Presiden atau Dangrup A Paspampres. Saat menjadi perisai hidup Jokowi, ia mengungkap bagaimana seorang presiden dikejar 4 jenderal TNI sekaligus.

Hal itu terjadi di Solo, Jawa Tengah pada Juli 2016. Peristiwa itu selang beberapa hari setelah teror bom bunuh diri di Solo yang terjadi pada 5 Juli 2016.

Presiden Jokowi tetap memutuskan mudik ke Solo pada 8 Juli 2016, walau teror bom bunuh diri baru saja terjadi.

Sampai pada satu ketika, Hasan menyadari besok hari Jumat sehingga Presiden harus sholat Jumat.

"Saya mendengar suara orang mengaji dari masjid sekitar kompleks. Saat itu saya baru sadar bahwa hari itu adalah hari Kamis, dan besok Presiden harus Salat Jumat. Langsung saya teringat kebiasaan Presiden Jokowi kalau Salat Jumat di Solo. Beliau selalu memilih sendiri masjid yang akan dituju," ujarnya dalam buku biografinya, “Menjaga Jokowi Menjaga Nusantara: Catatan Perjalanan Jaguar Komandan Grup A Pasukan Pengamanan Presiden”, dikutip pada Minggu (27/8/2023).

Presiden Jokowi memiliki kebiasaan menentukan masjid untuk sholat Jumat sat telah naik mobil. Kebiasaan ini membuat pengamanan di lokasi sholat Jumat jadi terburu-buru.

Pengamanan dari Paspampres dan wilayah tentu tak punya waktu banyak untuk melakukan prosedur tetap pengamanan yang semestinya. Padahal, masjid yang dipakai Jumatan Presiden tidak akan 100% steril.

Alasan Presiden Jokowi menentukan masjid saat sudah di mobil karena beliau merasa Solo adalah kota yang sangat dikenalnya sehingga Presiden Jokowi ingin berbaur dengan masyarakatnya. Apalagi selama ini salat berlangsung lancar dan aman-aman saja.

Namun, kali ini, Jumatan hanya berselang dua hari setelah peristiwa aksi terorisme yang menggemparkan Indonesia, khususnya Kota Solo.

"Kebiasaan Presiden ini menjadi pemikiran saya sebagai Dan Grup A Paspampres bagaimana caranya agar Presiden dapat menentukan salat di masjid lebih awal sehingga pengamanan dapat dilakukan optimal," katanya.

Dengan pertimbangan pascaaksi terorisme, bagaimana jika Salat Jumat dilakukan di masjid yang berada di kompleks militer atau kepolisian yang dipastikan lebih aman dan steril. Hal itupun disampaikan Mohamad Hasan kepada ajudan Presiden yang saat itu bertugas, yakni Kombes Listyo Sigit Prabowo kini menjabat sebagai Kapolri.

"Bang, mengingat situasi pascabom di Polres Solo, saya sarankan untuk Jumatan besok di masjid militer atau kepolisian," tutur saya memberikan saran kepada ajudan dinas.

"Ok, betul juga dinda, saya setuju. Nanti saya sampaikan kepada Pak Anggit (Sekretaris Pribadi Presiden Anggit Nugroho)," kata Sigit.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement