Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Gegara Harta Warisan, Mantan Kades Dianiaya Ipar hingga Babak Belur

Era Neizma Wedya , Jurnalis-Jum'at, 01 September 2023 |15:49 WIB
Gegara Harta Warisan, Mantan Kades Dianiaya Ipar hingga Babak Belur
Illustrasi (foto: freepick)
A
A
A

OKI - Yulita (51), seorang mantan Kepala Desa (Kades) di Desa Rawang Besar, Kecamatan Sp Padang, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) dianiaya ipar usai pulang dari shalat berjamaah di masjid.

Yulita mengatakan, saat kejadian dirinya yang masih mengenakan mukena didatangi adik iparnya, Edi Paimin (50) dari arah belakang dan langsung melakukan penganiayaan.

"Sewaktu pulang dari masjid dan baru sampai teras rumah, tiba-tiba ada seorang laki-laki mengejar ke arah saya. Saya pun bertanya ada maksud apa dia datang, tapi tiba-tiba leher saya langsung dicekik," ujar Yulita, Jumat (1/9/2023).

Korban yang menyadari bahwa lelaki tersebut adalah saudara iparnya berusaha mendorong pelaku, namun karena kalah tenaga dirinya pun dianiaya oleh pelaku.

"Setelah itu tubuh saya dilemparkan ke sebuah cor-coran, dan kakinya menendangi tubuh saya bertubi-tubi," jelasnya.

Setelah cukup lama korban dianiaya, barulah beberapa tetangga mendekat berniat untuk melerai dan menyelamatkan korban.

"Saat pelaku melihat banyak orang mau melerai, dia pun langsung melarikan diri dan bahkan meminjam motor orang," jelasnya.

Dijelaskan Yulita, bahwa aksi penganiayaan tersebut bukan kali pertama diterimanya dari iparnya, sebelumnya juga sudah pernah memukul kepalanya.

"Kejadian penganiayaan ini sudah saya alami 2 kali, penganiayaan pertama tanggal 21 Mei 2023 lalu, saat itu kepala saya dipukul oleh Basri bin Mansur (65) hingga mengalami luka robek sedalam 6 cm dan dijahit sampai 20 jahitan," jelasnya.

Dia menceritakan, jika sang suami meninggal tahun 2021 lalu. Keluarga dari pihak suami nekat mengajukan permasalahan harta dan warisan hingga ke pengadilan dan mereka kalah.

"Di persidangan itu mereka kalah melawan saya yang merupakan istri sah almarhum. Setelahnya justru mereka bertindak anarkis," jelasnya.

Dengan adanya penganiayaan yang kedua kalinya, membuat Yulita takut dan trauma hingga memutuskan untuk mencari tempat tinggal sementara guna menghindari pelaku.

"Saya ingin melaporkan kepada pihak yang berwajib dan berharap para pelaku bisa ditangkap dan diadili. Jika belum ditangkap, tentunya nyawa saya selalu terancam," pungkasnya.

(Awaludin)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement