Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Kisah Sunan Ampel, Bupati Pertama Surabaya yang Membawa Kebudayaan Campa di Majapahit

Solichan Arif , Jurnalis-Rabu, 06 September 2023 |12:10 WIB
Kisah Sunan Ampel, Bupati Pertama Surabaya yang Membawa Kebudayaan Campa di Majapahit
Sunan Ampel (Foto: Wikipedia)
A
A
A

SURABAYA - Sunan Ampel merupakan salah satu Wali Songo tertua yang menyebarkan Islam di Pulau Jawa. Perjalanan syiar Islam Sunan Ampel dimulai dari wilayah Surabaya, Jawa Timur.

Berdasarkan catatan Sedjarah Regent Soerabaja, Sunan Ampel bahkan disebut sebagai bupati pertama Surabaya.

Setiba di Jawa, Sunan Ampel atau Raden Rahmat tidak hanya membawa ajaran Islam ke tengah masyarakat Majapahit yang sebagian besar memeluk Hindu, Budha dan Kapitayan. Sunan Ampel juga membawa kebudayaan Campa.

Sunan Ampel diketahui berasal dari Kerajaan Campa (sekarang Kamboja) di mana kedatangannya di Jawa beriringan dengan runtuhnya Campa akibat serangan Kerajaan Koci (Vietnam).

Terdapat sejumlah tradisi sosial di Jawa, khususnya Jawa Timur yang dipengaruhi Campa. Sebut saja soal panggilan orangtua perempuan. Orang-orang Campa memiliki kebiasaan memanggil ibu mereka dengan sebutan “mak”.

Panggilan “mak” atau “emak” itu kemudian dipakai masyarakat Surabaya dan sekitarnya, yakni mengganti sebutan “ina”, “ra ina”, atau “ibu” yang sebelumnya dipakai masyarakat Majapahit.

Panggilan “mak” juga berlaku di wilayah Mojokerto-Jombang hingga Kediri-Nganjuk yang kemungkinan disebarkan oleh Raden Abu Hurairah, sepupu Sunan Ampel yang bermukim di Mojoagung (Wirasaba).

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement