Perjalanan Arab Saudi di KTT G-20 dimulai saat Raja Salman mempelopori delegasi perdana di G-20 Pada 2008 sekaligus menjadi penandan dimulainya sebuah era penting. Pada pertemuan tersebut, para pemimpin dunia berjanji meningkatkan kolaborasi dan memberlakukan reformasi penting yang bertujuan menjaga sistem keuangan global dari potensi krisis di masa depan.
Setelah itu, Arab Saudi terus mempertahankan peran aktifnya dalam diskusi mengenai pertumbuhan ekonomi global dan tata kelola keuangan, termasuk saat termasuk KTT London 2009.
Pada 2012, di bawah kepemimpinan mantan menteri keuangan Ibrahim bin Abdulaziz Al-Assaf, Arab Saudi memberikan kontribusi besar dalam dialog mengenai pembangunan ekonomi global, stabilitas keuangan, dan tata kelola. Kerajaan Arab Saudi memberikan penekanan kuat pada penyelesaian masalah penghindaran pajak sebagai bagian dari pertimbangan ini.
Sedangkan di 2013, saat KTT G-20 diadakan di Rusia memusatkan diskusi pada perkembangan ekonomi global dan pembentukan kerangka kerja untuk pertumbuhan yang kuat, adil, dan berkelanjutan. Pada saat yang sama, KTT tersebut menjajaki strategi memperkuat sumber daya keuangan global.
Pada tahun 2014, saat digelar di kota Brisbane di Australia, Raja Salman menggarisbawahi keinginan Arab Saudi meningkatkan peran aktifnya dalam G-20, menekankan minat Kerajaan terhadap proposal dan diskusi yang berlangsung selama pertemuan tersebut. Komitmen itu dilanjutkan pada 2015, di Turki.
Dalam pidatonya, Raja Salman menekankan pentingnya komunitas internasional mengintensifkan upaya mereka dalam memberantas bahaya terorisme. Mulai 2016, tepatnya saat KTT G-20 diselenggarakan di China, giliran Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman menjadi ketua delegasi Kerajaan.
Putra Mahkota terlibat dalam diskusi mengenai hubungan bilateral antara Arab Saudi dan beberapa negara lain, termasuk Indonesia, Inggris, Amerika Serikat, India, dan Rusia, di sela-sela acara. Pada tahun 2017, pada KTT G-20 yang diadakan di Jerman, Arab Saudi menegaskan bahwa terorisme tidak mengenal agama dan merupakan kejahatan yang menyasar seluruh dunia tanpa membedakan agama dan ras.
(Maruf El Rumi)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.