PONOROGO - Aksi memagar jalan, di Ponorogo Jawa Timur, terus beranjut. Sudah enam hari tembok dipasang, hingga tetangga kesulitan akses. Pemerintah desa pun turun tangan. Diduga aksi memasang tembok ini, karena masalah sepele dan sering cekcok antar tetangga.
Kepala Desa Jabung, Camat, Kapolsek dan Komandan Koramil Mlarak, melihat langsung tembok di depan rumah, Sunarto, warga Desa Jabung Kecamatan Mlarak Ponorogo.
Jalan depan rumahnya, yang semula akses ke jalan desa, dibangun tembok setinggi, 2 meter, oleh Margono, tetangga yang juga masih saudaranya sendiri.
Untuk beraktivitas, Sunarto terpaksa melewati celah sempit, seluas 40 centi meter, milik tetangganya yang lain. Sepeda atau sepeda motor, tak bisa melintas.
"Kami akan mencari solusi untuk dua pihak, akan dipertemukan di balai desa," kata Kades Jabung, Budi Retno.
Tembok ini, baru berdiri 5 hari lalu. Padahal, sejak puluhan tahun silam, tembok ini tidak pernah ada.
Awalnya, sejak dahulu saat orang tua Sunarto masih hidup, dan mertua Margono masih hidup, keluarga ini rukun. Ayah Sunarto membeli lahan di belakang rumah mertua Margono.
Untuk ke jalan desa, keluarga Sunarto, melintas di pekarangan milik keluarga Margono.
Setelah para orang tua, yang masih bersaudara itu, meninggal Sunarto menempati rumah warisan. Pun juga margono, membangun rumah di pekarangan warisa. Hubungan keluarga Margono dan Sunarto mulai tidak harmonis, sering cekcok, meskipun hanya masalah sepele.