Puncaknya, 5 hari lalu kembali terjadi selisih paham. Margono emosi dan membangun tembok, di lahan yang menjadi akses keluarga Sunarto ke jalan desa. Akibat pembangunan tembok ini, keluarga Sunarto kesulitan akses ke jalan.
"Kalau dijual, saya siap beli, saya cuma mau sepeda dan sepeda motor, bisa keluar masuk dengan nyaman," kata Sunarto.
Belum ada keterangan dari keluarga Margono, terkait pembangunan tembok ini. Saat ditemui, rumahnya tertutup rapat.
Kini bangunan tembok masih berdiri dan Sunarto masih kesulitan akses ke jalan desa. Pemerintah desa setempat, akan memanggil kedua pihak untuk mencari solusi.
(Khafid Mardiyansyah)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.