Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Daftar Hewan-Hewan Langka di Gunung Bromo

Hafid Fuad , Jurnalis-Rabu, 20 September 2023 |07:40 WIB
Daftar Hewan-Hewan Langka di Gunung Bromo
Ilustrasi kebakaran Gunung Bromo mengancam hewan langka (Foto: Okezone)
A
A
A

Kawasan TNBTS juga memiliki satwa liar yang dilindungi, seperti Rusa (Rusa Timorensis), Luwak (Paradoxurus hermaphroditus), Monyet Kera (Macaca fascicularis), Kijang (Muntiacus muntjak), Ayam Hutan Merah (Gallus gallus), Ajag (Cuon alpinus javanicus), Macan Tutul (Panthera pardus melas) dan Lutung Jawa.

Berbagai jenis burung juga berhabitat di TNBTS yang terdiri Alap-alap (Accipiter virgatus), Elang Ular bido (Spilornis cheela bido), Rangkong (Buceros rhinoceros silvestris), Srigunting hitam (Dicrurus macrocercus), Elang Bondol (Haliastur indus), dan burung Belibis.

1. Elang Jawa (Nisaetus bartelsi)

Elang Jawa memiliki ukuran tubuh sekitar 70 cm, rentang sayap mencapai 100 cm, dan warna bulu keseluruhan coklat. Elang Jawa memiliki ciri khas jambul di bagian kepalanya dan umumnya dijumpai pada kawasan hutan dataran rendah dengan ketinggian 600-2.000 mdpl.

Elang Jawa yang identik dengan lambang Negara Kesatuan Republik Indonesia, yaitu Garuda, ditetapkan melalui Keputusan Presiden No. 4 Tahun 1993 sebagai satwa langka nasional.

Sampai dengan tahun 2021 saja estimasi populasi Elang Jawa di kawasan TNBTS hanya sejumlah 35 ekor saja.

2. Elang Ular Bido (Spilornis cheela)

Elang Ular Bido memiliki ciri khas kulit berwarna kuning tanpa bulu di antara mata dan paruh. Kakinya berwarna kuning, memiliki sayap lebar dan membulat, berwarna gelap, dan memiliki ekor pendek.

Elang jenis ini sering melintasi hutan, perkebunan dan padang rumput. Mereka umumnya dijumpai pada ketinggian 700-2.000 mdpl.

Elang Ular Bido merupakan jenis aves (burung) yang dilindungi berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor: P.106/MENLHK/SETJEN/KUM.1/12/2018.

3. Macan Tutul Jawa atau Macan Kumbang (Panthera Pardus Melas)

Hewan satu ini adalah satwa endemik Pulau Jawa. Macan Tutul Jawa memiliki dua jenis warna kulit yaitu berwarna terang (merah kekuning – kuningan) dan berwarna hitam.

Fauna ini hanya ditemukan di hutan-hutan tropis, pegunungan, dan kawasan konservasi Pulau Jawa, salah satunya di Kawasan Taman Nasional Gunung Bromo Tengger Semeru.

Macan Tutul Jawa mempunyai penglihatan dan penciuman yang tajam. Bentuk tubuhnya berukuran kecil. Pada umumnya, fauna ini memiliki bulu seperti sayap kumbang berwarna hitam mengkilap. Hal ini berfungsi untuk beradaptasi dengan habitat hutan yang lebat dan gelap.

Macan Tutul Jawa termasuk fauna langka di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, karena populasi Macan Tutul Jawa kemungkinan hanya tersisa sekitar 10 ekor. Dikarenakan populasinya yang semakin sedikit, membuat Macan Tutul Jawa termasuk ke dalam kategori terancam punah dalam Daftar Merah IUCN (The International Union for the Conservation of Nature and Natural Resources) sejak 2008. 

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement