4. Lutung Jawa (Trachypithecus Auratus)
Lutung Jawa merupakan salah satu jenis lutung endemik Indonesia. Habitat alami dari Lutung Jawa adalah kawasan hutan dengan berbagai jenis dari hutan bakau, hutan rawa, hingga hutan dataran tinggi. Kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru juga merupakan habitat Lutung Jawa.
Spesies Lutung Jawa mempunyai ukuran tubuh yang kecil, sekitar 55 cm dan ekor yang panjangnya mencapai 80 cm. Lutung merupakan satwa diurnal (aktif di siang hari terutama di atas pohon). Makanan Lutung Jawa yakni beberapa jenis buah-buahan, biji – bijian, dan bunga. Terkadang binatang ini juga memakan kulit kayu dan serangga.
5. Elang Brontok/Burung Rajawali (Nisaetus cirrhatus)
Elang Brontok memiliki ukuran tubuh dari paruh hingga ekor sepanjang 60-80 cm. Bentangan sayap Elang Brontok dapat mencapai 1,5 kali hingga 2 kali panjang tubuhnya.
Mereka memiliki warna bulu yang dapat berubah-ubah menyesuaikan kondisi musim sehingga bagi pengamat burung nasional maupun internasional sering disebut sebagai Changeable Hawk Eagle (CHE).
Elang ini merupakan burung predator (raptor) yang biasa memakan daging sebagai pakan utamanya. Dalam berburu mangsa, daerah jelajah (home range) elang brontok dapat menyebar hingga radius 50 km.
Spesies ini termasuk dalam golongan hewan penyendiri (soliter) yang memiliki radius rumah (teritorial) seluas 2-5 km.
Elang Brontok biasa hidup menyendiri dan akan mencari pasangan saat memasuki musim kawin dalam 2-3 tahun sekali. Dalam sekali musim kawin, elang brontok betina hanya menghasilkan 1 butir telur saja. Oleh karena itu, status populasi elang brontok menurut IUCN Redlist selalu mengalami penurunan.
Sedikitnya jumlah individu elang brontok mengakibatkan sedikitnya penelitian dan publikasi ilmiah mengenai temuan elang brontok di dunia.
(Hafid Fuad)