Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

5 Fakta Kerajaan Majapahit yang Mungkin Belum Anda Tahu, Pernah 3 Kali Ganti Ibu Kota

Clarissa Andarini , Jurnalis-Senin, 25 September 2023 |14:34 WIB
5 Fakta Kerajaan Majapahit yang Mungkin Belum Anda Tahu, Pernah 3 Kali Ganti Ibu Kota
Ilustrasi (Foto: Dok. Okezone)
A
A
A

3. Berganti ibukota sebanyak tiga kali

Berdiri dari abad ke 13 hingga ke abad 16 faktanya Kerajaan Majapahit telah berpindah ibu kota sebanyak tiga kali.

Di Awal pemerintahan Majapahit menduduki Kota Mojokerto sebagai pusat pemerintahan, dimana di kota ini kerajaan dipimpin oleh Raja Raden Wijaya. Lokasinya mojokerto berada di tepi Sungai Brantas.

Kemudian berpindah kekuasaan kepada Raja Sri Jayanegara sebagai raja kedua. Pusat pemerintahan juga berpindah ke Kota Trowulan yang berjarak kurang lebih 12 KM dari kota Mojokerto. Di Trowulan Kerajaan Majapahit cukup lama menempatkannya sebagai pusat pemerintahan.

Kemudian kota terakhir yang menjadi Ibu Kota Majapahit yaitu Kota Daha atau Kediri. Di kota ini juga Kerajaan Majapahit mendapatkan ancaman dari Kerajaan Demak yang merupakan kerajaan Islam pertama dipulau Jawa.

4. Terkenal dengan sosok Hayam Wuruk dan Gajah Mada

Selama 39 tahun menjabat sebagai raja Hayam Wuruk membawa masa keemasan bagi Kerajaan Majapahit. Bersama dengan mahapatih yang selalu mendampinginya yaitu Mahapatih Gajah Mada, kedua tokoh ini berhasil menaklukan wilayah Nusantara untuk menjadi satu.

Sumpah palapa merupakan sumpah yang dikeluarkan oleh Mahapatih Gajahmada berhasil mempersatukan wilaya Nusantara dan tercetusnya semboyan Bhinneka Tunggal Ika menunjukan bukti Kejayaan Majapahit di masa itu.

Seluruh Nusantara seperti Sumatera, Kalimantan, Jawa, Bali, Lombok, Sulawesi, Maluku, hingga Irian, berhasil disatukan oleh Hayam Wuruk dan Gajah Mada. Hal tersebut menciptakan stabilitas Kerajaan Majapahit dalam segi ekonomi dan perdagangan.

5. Memiliki pengaruh di nusantara hingga mancanegara

Pada masa keemasan Majapahit menjadi sebuah kerajaan yang dikenal dengan berbagai keunggulan. Hal ini menjadikan Kerajaan Majapahit dikenal berwibawa karena beberapa faktor.

Tidak sekedar karena kuatnya prajurit perang, kuatnya dukungan rakyat, kewibawaan dan strategi politik Sang Raja saja, tetapi karena kekuatan sosial masyarakat, kekuatan ekonomi, dan kebudayaannya yang turut berperan dalam membesarkan kerajaan yang berjaya selama ratusan tahun.

Melalui hal tersebut Majapahit tidak hanya memperluas pengaruhnya dalam mempersatukan nusantara, namun juga ke kerajaan tetangga di mancanegara.

Masa emas Majapahit dirasakan saat kepemimpinan Hayam Wuruk, Majapahit mulai membuka hubungan dengan Kerajaan Campa di Thailand, Kerajaan Kamboja, Kerajaan Burma Selatan atau saat ini Myanmar, dengan Vietnam dan Cina. Dengan menjalin kerjasama dengan berbagai kerajaan di mancanegara Majapahit mampu menciptakan kondisi yang stabil.

Pada akhir keruntuhan Kerajaan Majapahit diakibatkan terjadinya konflik internal seperti perebutan tahta, dan perkembangan Islam di Jawa yang menjadikan kerajaan ini berhasil ditaklukan di tahun 1527 oleh pasukan Sultan Trenggana dari Kesultanan Demak.

(Khafid Mardiyansyah)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement