Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Apakah Ada Keterlibatan Agen Khusus CIA dengan Peristiwa G30SPKI?

Erha Aprili Ramadhoni , Jurnalis-Selasa, 26 September 2023 |13:33 WIB
Apakah Ada Keterlibatan Agen Khusus CIA dengan Peristiwa G30SPKI?
Apakah ada keterlibatan agen khusus CIA dengan peristiwa G30S/PKI?
A
A
A

Sementara itu, menurut analisis CIA yang telah diterbitkan tentang G30S, sejak Januari 1965, Kelompok Pemikir Jenderal AD yang terdiri atas Jenderal Suprapto, Jenderal Harjono, Jenderal Parman, dan Jenderal Sukendro sering membuat pertemuan rutin dan rahasia untuk merundingkan situasi terburuk yang akan terjadi dan tugas AD. Pimpinan kelompok ini adalah A Yani.

Kelompok rahasia Yani ini bocor ke telinga Soekarno. Yani pun dipanggil ke Istana Negara untuk dimintai keterangan, pada 22 Mei 1965.

Kepada Soekarno, Yani memaparkan apa yang didengarnya sebagai Dewan Jenderal. Menurut Yani, banyak orang telah salah kaprah dalam menyebut Dewan Jenderal yang sebenarnya adalah dewan kenaikan pangkat di kalangan perwira tinggi AD, Dewan Jabatan dan Kepangkatan Tinggi (Wanjakti).

Namun, Duta Besar AD Howard Jones menyebut, diskusi Kelompok Yani yang dilangsungan antara tahun 1965 adalah untuk menyusun rencana khusus mengambil alih pemerintahan pada saat Soekarno turun panggung.

Hal ini dilaporkan informan AS yang ikut dalam rapat dengan Jenderal Parman yang merupakan anggota dari kelompok rahasia Yani. Untuk memastikan informasi yang didengarnya dan mengetahui sejauh mana kebenaran hubungan Indonesia-AS, pada April 1965, Diplomat AS Ellsworth Bunker diutus Pentagon ke Jakarta.

Dalam pandangan Bunker yang menyeluruh, dilaporkan sangat sulit untuk menghadapi Soekarno secara terbuka dan terang-terangan, karena harapan rakyat yang besar terhadapnya.

"Tidak perlu disangsikan kesetiaan rakyat yang tidak bisa diserang itu. Bangsa Indonesia dalam sangat mengharapkan kepemimpinan darinya, mempercayai kepemimpinannya, dan bersedia mengikutinya," tulis Bunker kepada Presiden Johnson.

Dalam laporannya itu, dia melanjutkan, tidak ada kekuatan di Tanah Air yang bisa menyerangnya, tidak pula ada bukti bahwa suatu kelompok penting ingin berbuat demikian.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement