NEW YORK – Pengadilan banding di New York, Amerika Serikat (AS) menolak permohonan mantan Presiden AS Donald Trump untuk menunda persidangan penipuan sipil terhadapnya dalam kasus yang membahayakan kerajaan bisnisnya.
Keputusan tersebut membuka jalan bagi persidangan yang akan dimulai pada Senin (2/10/2023) depan.
Dikutip BBC, Trump dan tiga anaknya yang sudah dewasa diperkirakan akan dipanggil sebagai saksi dalam kasus tersebut.
Keputusan tersebut diambil setelah Hakim New York Arthur Engoron pekan ini memutuskan bahwa Trump bertanggung jawab atas penipuan bisnis.
Jaksa Agung New York Letitia James menuduh Trump, dua putranya yang sudah dewasa, dan Trump Organization menggelembungkan nilai properti mereka lebih dari USD2 miliar untuk memenuhi kebutuhan bisnis mereka.
Dalam keputusannya yang dikeluarkan pada Selasa (26/9/2023), Hakim Engoron setuju, dan mendapati Trump telah salah mengartikan kekayaannya sebesar ratusan juta dolar.
Tim hukum Trump berupaya untuk menunda kasus ini sementara pengacaranya menentang keputusan sebelumnya.
Trump dan terdakwa lainnya dalam kasus ini berargumentasi bahwa mereka tidak pernah melakukan penipuan.
Namun keputusan pengadilan banding pada Kamis (29/9/2023) ini berarti persidangan kasus akan berjalan sesuai jadwal yakni pada Senin (2/10/2023) mendatang.
Kasus ini merupakan sidang pengadilan, yang berarti bahwa kasus tersebut tidak akan diputuskan oleh juri, melainkan oleh Hakim Engoron yang memimpin persidangan. Dia mengatakan, dibutuhkan waktu hingga tiga bulan untuk menyidangkan kasus tersebut.
Keputusan Hakim Engoron pada Selasa (26/9/2023) menyelesaikan klaim utama penipuan dalam gugatan Nona James, sehingga persidangan hanya fokus pada enam klaim penipuan yang tersisa dan menentukan hukuman terhadap Trump.
James menuntut denda sebesar USD250 juta Dan larangan Trump berbisnis di negara bagian asalnya.
Sebelumnya pada Kamis (28/9/2023), kantor James merilis daftar puluhan saksi yang mungkin akan hadir dalam persidangan. Termasuk Trump sendiri, putra-putranya Eric dan Don Jr serta putrinya Ivanka.
BBC telah menghubungi pengacara Trump untuk memberikan komentar.
Trump membantah melakukan kesalahan apa pun. Awal pekan ini di platform media sosialnya Truth Social, dia menyerang Engoron karena melakukan apa yang dia klaim sebagai perburuan penyihir yang bermotif politik.
Di antara beberapa keputusan, Hakim Engoron menetapkan Trump menilai terlalu tinggi propertinya di Mar-a-Lago, Florida sebesar 2.300% dan mengklaim Trump Tower di New York berukuran tiga kali lipat dari ukuran sebenarnya.
James menuduh Trump mengeluarkan catatan palsu ini untuk mendapatkan persyaratan pinjaman dan asuransi yang lebih baik serta membayar pajak lebih sedikit.
Keputusan Engoron sangat membatasi kemampuan Trump untuk menjalankan bisnis di New York, tempat ia meluncurkan kerajaan real estatnya.
Trump Organization dapat terpaksa menyerahkan kendali atas properti mereka kepada penerima yang ditunjuk pengadilan, atau pada akhirnya harus menjual beberapa properti milik mereka.
Pengacara Trump meminta kejelasan lebih lanjut mengenai properti mana saja yang mungkin terkena dampak pada sidang pada Rabu (27/9/2023). Hakim belum memberikan jawaban yang jelas.
Kasus penipuan perdata adalah salah satu dari beberapa tuntutan hukum yang dihadapi mantan presiden tersebut. Termasuk tuntutan pidana atas campur tangan pemilu dan penanganan dokumen rahasia.
Lalu pada Kamis (28/9/2023), pengadilan di London menjadwalkan sidang bulan depan mengenai gugatan yang diajukan Trump terhadap mantan perwira intelijen Inggris Christopher Steele dan perusahaannya Orbis Business Intelligence.
Steele menulis "Dokumen Steele" yang kontroversial, yang diterbitkan oleh situs berita Buzzfeed 10 hari sebelum Trump menjabat, dan berisi tuduhan cacat yang menghubungkan kampanye Trump pada 2016 dan pemerintah Rusia.
(Susi Susanti)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.