Gilchrist adalah Dubes Inggris di Jakarta yang menulis surat kepada Sekretaris Muda Kementerian Luar Negeri Inggris Sir Harold Cassia.
Dalam dokumen yang ditemukan pada 25 Maret 1965 itu dikatakan, adanya sekelompok perwira AD yang akan membantu pasukan Inggris dan Amerika Serikat yang berencana menyerbu Indonesia.
“Beberapa jenderal yang didesas-desuskan tidak loyal kepada Bung Karno itu yang juga diisukan menjalin kerja sama dengan pihak asing”.
Pada saat itu Indonesia tengah dalam situasi berkonfrontasi dengan Malaysia yang di back up Amerika. Teriakan Ganyang Malaysia mengudara di mana-mana yang disusul pekik Amerika kita setrika, Inggris kita linggis.
Bung Karno dalam pidatonya yang membakar di Radio Republik Indonesia (RRI) berkali-kali menegaskan: Kita tidak takut. Kita tidak akan dapat ditakut-takuti. Sayangnya, pada saat itu kehidupan sosial ekonomi rakyat begitu memprihatinkan.
Keuangan negara mengalami defisit parah. Inflasi meroket tinggi di mana bahan-bahan kebutuhan pokok sulit didapat. Akibatnya, untuk memenuhi kebutuhan hidup, rakyat terpaksa mengantri panjang dengan berbekal jatah kupon.
(Erha Aprili Ramadhoni)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.