Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Konflik Dua Pemimpin Perang Jawa Buat Pasukan Pangeran Diponegoro Kalah dari Belanda

Avirista Midaada , Jurnalis-Jum'at, 29 September 2023 |05:28 WIB
Konflik Dua Pemimpin Perang Jawa Buat Pasukan Pangeran Diponegoro Kalah dari Belanda
Ilustrasi (Foto: Dok. Okezone)
A
A
A

Permasalahan Pangeran Diponegoro dengan Kiai Mojo menyebabkan pasukannya kalah melawan Belanda. Pangeran Diponegoro juga konon dibuat emosi oleh ulah Kiai Mojo yang sombong. Tak ayal pasukan Pangeran Diponegoro pergerakannya pun terhambat.

Salah satu pertempuran yang gagal dimenangi Pangeran Diponegoro imbas perselisihan kedua pemimpin Perang Jawa ini, saat Pangeran Diponegoro menyerang basis pasukan penjajah di Gawok, pada 15 Oktober 1826. Saat itu di ujung Agustus 1826, ketika sebagian daerah asalnya Pajang sudah berada di bawah kontrol pangeran, Kiai Mojo mulai mendorong - dorong agar segera dilakukan serangan besar-besaran ke Surakarta.

Peter Carey dalam bukunya "Takdir Riwayat Pangeran Diponegoro 1785 - 1855" mengisahkan bagaimana Kiai Mojo melihat semua ini disebabkan pengaruh pribadinya, sambil sesumbar bahwa generasi para pangeran terdahulu di Surakarta belajar di bawah bimbingan ayahnya Kiai Baderan, dan sekarang anak-anak mereka adalah murid-muridnya.

Ia juga mengecilkan peran pangeran di Surakarta, dengan mengatakan bahwa Keraton Sunan tak lagi bersimpati pada Pangeran Diponegoro. Hal ini memicu sikap Pangeran Diponegoro yang kian jengkel kepada Kiai Mojo yang dianggapnya sombong.

Sontak saja perselisihan kedua pemimpin Perang Jawa itu mempengaruhi gerakan pasukan untuk maju. Bahkan beberapa minggu setelahnya saat pangeran menyerang maju, justru menderita kekalahan di Gawok, sebelah barat daerah Surakarta.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement