Ketua Prajurit Tenaga Kerja (Putera)
Soekarno berhasil menjadi Ketua Putera, organisasi yang didirikan Jepang untuk mengendalikan tenaga kerja Indonesia. Meskipun terlihat membingungkan bagaimana ia terlibat dengan Jepang, namun langkah yang Soekarno ambil ini merupakan taktiknya untuk memperalat Jepang.
Soekarno menggunakan pemerintahan Jepang ini sebagai alat untuk menyebarkan semangat nasionalisme dan mempersiapkan generasi muda untuk masa depan Indonesia yang merdeka.
Penasihat di Jawa Hokokai
Bersama dengan Mohammad Hatta dan pemimpin Indonesia lainnya, Soekarno memainkan keterlibatannya dalam Jawa Hokokai, organisasi kedudukan Jepang untuk menghimpun kekuatan rakyat Indonesia bagi upaya perang Jepang.
Namun, hal ini dijadikan Soekarno sebagai wadah bagi kaum nasionalis Indonesia untuk mengadvokasi kemerdekaan. Ia mampu meyakinkan pemerintah Jepang bawa dukungan asli Indonesia hanya bisa dilakukan melalui organisasi yang mewakili aspirasi rakyat indonesia.
Aktif terlibat dalam Pembentukan BPUPKI dan PPKI
Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) diumumkan pada 1 Maret 1945 oleh Letnan Jenderal Kumakichi Harada untuk mengerjakan persiapan kemerdekaan Indonesia. Beranggotakan sembilan orang, Soekarno memegang posisi sebagai Ketua Panitia Sembilan tersebut.
Soekarno berpartisipasi di berbagai rapat BPUPKI dan menyumbangkan gagasan dan pemikirannya. Bersama Mohammad Yamin dan Soepomo, Soekarno menyampaikan gagasan mengenai dasar negara Indonesia pada sidang pertama tanggal 29 Mei - 1 Juni 1945.