Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Mengulik Peran Soekarno pada Masa Penjajahan Jepang di Indonesia

Winda Rahmadita , Jurnalis-Jum'at, 29 September 2023 |17:07 WIB
Mengulik Peran Soekarno pada Masa Penjajahan Jepang di Indonesia
Soekarno (Foto: Ist)
A
A
A

JAKARTA - Dalam membahas perjuangan melawan penjajahan, tentu tidak akan bisa tanpa mengikutsertakan Soekarno. Sebagai tokoh proklamator Kemerdekaan Indonesia 1945, Soekarno menjalani berbagai lika-liku yang panjang. 

Artikel ini akan mengulik peran penting Soekarno pada masa penjajahan Jepang di Indonesia sehingga tercapainya kemerdekaan yang menjadi cita-cita bangsa.

Awal-mula Penjajahan Jepang

Masuknya Jepang ke Indonesia ditandai dengan penyerangan Pearl Harbor, pangkalan angkatan laut terbesar Amerika Serikat oleh Jepang pada 8 Desember 1941. Pasukan Negeri Sakura itu pun memperluas basis militernya, hingga tiba ke Indonesia.

Dengan tujuan untuk mendapatkan cadangan logistik dan bahan industri perang, Jepang memperkirakan bahwa sumber daya alam yang dimiliki Indonesia akan mencukupi kebutuhan energi mereka selama Perang Pasifik.

Pada 11 Januari 1942, Jepang pertama kali masuk ke Indonesia dengan mendarat di Tarakan, Kalimantan Timur dan langsung mendudukinya. Jepang terus melakukan perluasan ke wilayah lain hingga tiba di Pulau Jawa, tepatnya Teluk Banten, Eretan Wetan (Jawa Barat), dan Kragen (Jawa Tengah) pada 28 Februari 1942.

Serbuan yang cepat dan besar bahkan membuat Belanda, yang saat itu menjajah Indonesia menyerah tanpa syarat kepada Jepang dan menyerahkan kekuasaannya kepada mereka. Sejak saat itu, dimulailah masa penjajahan Jepang di Indonesia.

Peran Soekarno di Masa Penjajahan Jepang

Melihat bagaimana kondisi Indonesia yang terpuruk, sebagai seorang pemimpin nasionalis yang vokal dan berpengaruh, Soekarno memanfaatkan posisinya untuk mengambil peran selama masa penjajahan Jepang.

Ketua Prajurit Tenaga Kerja (Putera)

Soekarno berhasil menjadi Ketua Putera, organisasi yang didirikan Jepang untuk mengendalikan tenaga kerja Indonesia. Meskipun terlihat membingungkan bagaimana ia terlibat dengan Jepang, namun langkah yang Soekarno ambil ini merupakan taktiknya untuk memperalat Jepang.

Soekarno menggunakan pemerintahan Jepang ini sebagai alat untuk menyebarkan semangat nasionalisme dan mempersiapkan generasi muda untuk masa depan Indonesia yang merdeka.

Penasihat di Jawa Hokokai

Bersama dengan Mohammad Hatta dan pemimpin Indonesia lainnya, Soekarno memainkan keterlibatannya dalam Jawa Hokokai, organisasi kedudukan Jepang untuk menghimpun kekuatan rakyat Indonesia bagi upaya perang Jepang.

Namun, hal ini dijadikan Soekarno sebagai wadah bagi kaum nasionalis Indonesia untuk mengadvokasi kemerdekaan. Ia mampu meyakinkan pemerintah Jepang bawa dukungan asli Indonesia hanya bisa dilakukan melalui organisasi yang mewakili aspirasi rakyat indonesia.

Aktif terlibat dalam Pembentukan BPUPKI dan PPKI 

Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) diumumkan pada 1 Maret 1945 oleh Letnan Jenderal Kumakichi Harada untuk mengerjakan persiapan kemerdekaan Indonesia. Beranggotakan sembilan orang, Soekarno memegang posisi sebagai Ketua Panitia Sembilan tersebut.

Soekarno berpartisipasi di berbagai rapat BPUPKI dan menyumbangkan gagasan dan pemikirannya. Bersama Mohammad Yamin dan Soepomo, Soekarno menyampaikan gagasan mengenai dasar negara Indonesia pada sidang pertama tanggal 29 Mei - 1 Juni 1945.

Setelah BPUPKI dibubarkan, dibentuklah Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) pada 7 Agustus 1945 dan diketuai Soekarno setelah mendapat persetujuan Jepang.

Tugas PPKI yaitu untuk melanjutkan tugas BPUPKI dan mempersiapkan kemerdekaan Indonesia. Soekarno pun terpilih sebagai Presiden Indonesia dalam sidang pertama PPKI pada 18 Agustus 1945.

Perumusan Teks Proklamasi

Setelah selesainya insiden Rengasdengklok, Soekarno dan Hatta menuju Rumah Laksamana Maeda untuk menyusun naskah proklamasi kemerdekaan Indonesia. Bersama dengan Moh. Hatta dan Achmad Soebardjo, Soekarno menyusun teks proklamasi dan naskah diserahkan ke Sayuti Melik untuk diketik.

Setelah itu, Soekarno dan Hatta menandatangani teks proklamasi tersebut atas nama bangsa Indonesia. Pada 17 Agustus 1945, Soekarno membacakan teks proklamasi kepada masyarakat Indonesia.

Setelah mengulik rangkaian peristiwa di atas, terlihat bagaimana peran penting Soekarno dalam mempersiapkan kemerdekaan Indonesia pada masa penjajahan Jepang. Tak hanya menjadi pemimpin politik, Soekarno merupakan pemimpin inspirasional yang membangkitkan semangat nasionalisme di benak rakyat Indonesia.

(Arief Setyadi )

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement