Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Lembaga Adat Tabalkan Gelar Datuk Seri Jaya Perkasa Setia Negeri ke Kapolda Riau

Banda Haruddin Tanjung , Jurnalis-Jum'at, 29 September 2023 |20:20 WIB
Lembaga Adat Tabalkan Gelar Datuk Seri Jaya Perkasa Setia Negeri ke Kapolda Riau
Kapolda Riau menerima gelar adat. (Ist)
A
A
A

PEKANBARU - Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau menganugerahkan gelar adat kepada Kapolda Riau Irjen Muhammad Iqbal. Mantan Kadiv Humas Polri itu menerima gelar Datuk Seri Jaya Perkasa Setia Negeri yang merupakan salah satu gelar kehormatan dari lemabaga adat.

Penambalan gelar adat kepada M Iqbal diadakan di Balai Adat Melayu Riau, Jalan Diponegoro Kota Pekanbaru, Jumat (29/9/2023).

Dalam penganugerahan ini, M Iqbal menerima gelar Datuk Seri Jaya Perkasa Setia Negeri dan berhak dipanggil Datuk Seri. Gelar ini disandang seumur hidup dan tidak bisa diwariskan. Pemberian gelar dipimpin Ketua Umum Majelis Kerapatan Adat LAM Riau, Datuk Seri Raja Marjohan Yusuf.

Penganugerahan ini disematkan kepada Irjen M Iqbal setelah menjalani pertimbangan yang matang, mengakomodir aspirasi masyarakat Melayu Riau, dan hasil rapat majelis kerapatan adat Melayu Riau pada Jumat (24/2/2023).

Dalam keputusan rapat majelis kerapatan adat LAM Riau pada 17 September 2023 lalu tentang penanugerahan gelar adat kepada Kapolda Riau Irjen M Iqbal.

"Bagi saya gelar adat ini tidak datang dari pelita pikir yang tentu saja tidak normatif. Kata gelar adat bagi saya adalah sebuah kata yang menyiratkan bahwa saya telah melakukan sesuatu yang patut menurut adat atau telah menunjukkan budi yang besar ke tanah Riau yang penuh berkah," ujar Datuk Seri Jaya Perkasa Setia Negeri, Irjen M Iqbal.

Datuk Seri menegaskan, dengan penganugerahan gelar adat ini, dia sudah menjadi salah satu orang Melayu Riau dan wajib memberikan sumbangsih, bakti kepada bangsa dan negara.

"Izinkan saya mengatakan dengan jujur bahwa gelar adat yang disematkan kepada saya tidaklah diartikan bahwa saya telah menanam budi yang teramat besar kepada tanah Riau. Namun, justru tanah Riaulah yang telah berbudi kepada saya. Anugerah ini juga sumbangsihkan kepada keluara teruma ibu saya yang saat ini sedang sakit semoga cepat sembuh," ucap Datuk seri.

Kebaikan dan adab masyarakat Riau yang telah membuat keluarga besar Polda Riau dapat melaksanakan tugas yang telah diamanatkan dengan baik.

"Kami bisa menjalankan tugas, berbangsa dan bernegara yang sangat nyaman dan damai di tanah Riau, itulah yang tidak bisa dibalas, seperti yang diungkapkan dalam sebuah pantun. Pidang emas dibawa berlayar, masak sebiji diatas peti. Hutang emas dapat dibayar, hutang Budi dibawa mati," tuturnya.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement