JAKARTA - Lembaga Survei Indikator Politik Indonesia (IPI) merilis survei terbaru bertajuk Swing Voters, Efek Sosialisasi dan Tren Elektoral Jelang Pilpres 2024. Salah satunya, yakni alasan masyarakat memilih Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) karena ketokohan Joko Widodo (Jokowi).
Dalam survei didapati bahwa elektabilitas partai berlambang kepala banteng moncong putih itu tertinggi jika dibandingkan partai-partai lain, mencapai 26 persen. Itu menandakan PDIP menjadi partai yang banyak didukung masyarakat.
“PDIP paling banyak didukung, 26 persen. Kemudian Gerindra 12.6 persen, Golkar 9.2 persen, lalu PKB 7.5 persen,” kata Peneliti Utama Indikator Politik Indonesia Hendro Prasetyo saat memaparkan hasil survei secara virtual, Sabtu (30/9/2023).
Menurut Hendro, terdapat dua alasan kuat yang menyebabkan masyarakat memilih PDIP. Pertama, yakni karena terbiasa memilih yang angkanya mencapai 27,3 persen. Kedua, karena suka dengan Jokowi, dan ini menandakan ketika tingkat kepuasan publik terhadap Jokowi tinggi, maka dukungan terhadap PDIP juga semakin kuat.
"Terdapat dua alasan utama, yang pertama karena terbiasa dan yang kedua adalah karena suka dengan Pak Joko Widodo, jadi ini karena ketokohan beliau, karena suka dengan Pak Joko Widodo," ujar Hendro.
“Ada hubungan yang berkorelasi positif dari tingginya kepuasan publik kepada Jokowi, berdampak pada menguatnya dukungan untuk PDIP,” imbuhnya.
Hendro menambahkan, kesukaan tokoh partai ini juga dimiliki partai-partai lain. Namun, yang tertinggi ialah Jokowi dan partai PDIP-nya. "Untuk PDIP pengaruh Pak Jokowi ini ternyata tinggi, untuk mereka yang memilih karena alasan suka dengan Bu Mega ini pada 2,4 persen, sedangkan pada pak Jokowi itu 22 persen, jadi cukup jauh ini bedanya," katanya.
Usai Pemilu 2009, elektabilitas PDIP diketahui sempat mengalami penurunan menjadi sekitar 14 persen. Namun, ketika Jokowi terpilih menjadi Presiden di 2014, elektabilitas PDIP menguat secara konsisten, seiring penilaian publik yang positif terhadap kinerjanya.
Diketahui, survei menggunakan metode simple random sampling dengan sampel basis 1,200 responden dengan margin off error kurang lebih 2,9 persen.
(Arief Setyadi )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.