Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Marak Aksi Bullying Pada Anak, Ini Tiga Faktor Penyebabnya Menurut KPAI

Carlos Roy Fajarta , Jurnalis-Selasa, 03 Oktober 2023 |00:01 WIB
Marak Aksi Bullying Pada Anak, Ini Tiga Faktor Penyebabnya Menurut KPAI
Ilustrasi/Foto: Okezone
A
A
A

Hal ini kata Retno amat mempengaruhi perilaku anak, anak belajar kekerasan dari teman sebaya. Ketika anak-anak senasib yang diasuh dengan kekerasan dalam keluarga berkumpul dalam satu geng, maka antar anggota kelompok akan saling belajar kekerasan.

Sedangkan faktor terakhir yakni situasional, yaitu muncul tak terduga. Ia memberikan contoh anak menjadi siswa junior dan dipaksa siswa senior untuk ikut tawuran, karena takut menolak maka si anak ikut tawuran.

 BACA JUGA:

"Atau misalnya situasi orangtuanya berpisah (tidak selalu terjadi) dan si anak mengalami tekanan psikologis namun tidak mendapatkan pertolongan dari professional atau tidak support sistem dalam keluarga barunya," pungkasnya.

Sebagaimana diketahui sebelumnya, sejumlah aksi kekerasan bullying viral di media sosial dan pemberitaan media di berbagai daerah di Indonesia beberapa waktu terakhir.

 BACA JUGA:

Tak hanya menyebabkan korban mengalami luka akibat kekerasan fisik dan mengalami trauma psikologis mental.

Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) mencatat kasus perundungan di satuan pendidikan sejak Januari sampai dengan September 2023 mencapai 23 kasus perundungan di satuan pendidikan.

Dari 23 kasus tersebut, 50 persen terjadi pada jenjang SMP; 23 persen terjadi di jenjang SD; 13,5 persen di jenjang SMA, dan 13,5% di jenjang SMK.

(Nanda Aria)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement