Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Geng Motor Persekusi Warga, DPR: Meresahkan, Jangan Kasih Ruang

Achmad Al Fiqri , Jurnalis-Rabu, 04 Oktober 2023 |17:22 WIB
Geng Motor Persekusi Warga, DPR: Meresahkan, Jangan Kasih Ruang
Anggota Komisi III DPR Didik Mukrianto (Foto: Dok Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Komisi III DPR RI meminta pihak kepolisian untuk memberikan tindakan preventif terhadap aktivitas geng motor yang kerap melakukan persekusi. Tujuannya, untuk memberi rasa aman dan kenyamanan masyarakat, khususnya di daerah yang rawan aksi kejahatan.

“Persekusi di lingkungan remaja memang saat ini sudah sangat mengerikan. Harus menjadi perhatian lebih bagi kita bersama, terutama tindakan dari penegak hukum,” kata Anggota Komisi III DPR RI, Didik Mukrianto dalam keterangannya, Rabu (4/10/2023).

Dorongan itu dilayangkan lantaran melihat berbagai aksi persekusi geng remaja yang belakangan terjadi. Salah satunya, tindakan pengeroyokan komplotan gangster terhadap pasangan suami istri (pasutri) di Warakas, Tanjung Priok, Jakarta Utara, beberapa waktu lalu.

Komplotan yang merupakan geng motor bernama North Side Warrior itu bahkan tak hanya menganiaya, tapi juga sampai membacok korban. Pasutri tersebut turut menjadi korban persekusi saat gangster hendak balas dendam kepada kelompok lain. Barang-barang korban pun ikut dirampas meski pelaku salah sasaran.

Kemudian, ada pula pengeroyokan yang dilakukan oleh geng motor di Kampung Bandan, Pademangan, Jakarta Utara pada Senin 2 Oktober dini hari. Aksi mereka terekam CCTV dan memperlihatkan anggota geng motor membawa senjata tajam, kemudian menyerang seorang warga yang tengah ronda malam.

Akibatnya, korban mengalami luka di bagian tangan maupun leher sehingga mendapat beberapa jahitan di Rumah Sakit Umum Pademangan. Penyerangan tersebut juga membuat warga sekitar menjadi takut dan resah. Apalagi aksi persekusi geng motor sudah beberapa kali terjadi dalam satu bulan ini.

Aksi meresahkan geng motor diketahui banyak terjadi di sejumlah daerah. Di Tangerang, warga bahkan sampai takut melintas di Desa Sukaharja karena sering terjadi balap liar yang cukup mengganggu. Didik pun meminta tindakan tegas dari pihak kepolisian terhadap aksi-aksi persekusi geng remaja.

“Selain tindakan yang tegas, kepolisian juga perlu memasifkan tindakan preventif dengan menggencarkan patroli rutin mulai dari jajaran Polda, Polres bahkan hingga Polsek. Karena geng motor ini semakin hari semakin meresahkan, jadi jangan kasih ruang berkembang,” ujar Didik.

Menurutnya, bentuk persekusi sudah masuk ranah pidana. Untuk itu, ia meminta jajaran Korps Bhayangkara untuk melakukan penegakan hukum pada geng remaja.

“Kepolisian harus memastikan penegakan hukum yang tegas terhadap anggota geng remaja yang terlibat dalam aktivitas pelanggaran pidana atau melawan hukum,” ujar Didik.

Ia menjelaskan, persoalan geng motor masih menjadi momok bagi aparat penegak hukum. Oleh karena itu, Didik meminta Polri membuat satuan khusus untuk memberantas kejahatan jalanan seperti geng motor.

“Kapolri harus memberikan atensi kepada kasus geng motor ini karena sudah meresahkan. Ciptakan satuan unit khusus yang ada di setiap Polres untuk melakukan patrol rutin setiap harinya, sebagai upaya antisipasi kejahatan jalanan,” tuturnya.

(Arief Setyadi )

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement