Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Makin Panas, Turki Serang Militan Kurdi Sebagai Pembalasan Bom di Ankara

Serli Utari Dewi , Jurnalis-Kamis, 05 Oktober 2023 |14:33 WIB
Makin Panas, Turki Serang Militan Kurdi Sebagai Pembalasan Bom di Ankara
Foto: Reuters.
A
A
A

ANKARA - Pesawat tempur Turki kembali melancarkan serangan terhadap Militan Kurdi di Irak pada Rabu (4/10/2023), beberapa jam setelah menteri luar negeri memperingatkan bahwa Turki akan menyerang kelompok militan yang berada di Suriah dan Irak. Serangan tersebut merupakan respons Turki atas ledakan bom bunuh diri di Ankara yang terjadi pada awal minggu ini.

Partai Pekerja Kurdistan (PKK), mengaku bertanggung jawab atas serangan yang terjadi di Kementerian Dalam Negeri di Ankara pada Minggu (1/10/2023), dimana terdapat seorang penyerang yang meledakkan dirinya dan satu lainnya tewas karena baku tembak dengan polisi, akibat serangan itu dua polisi mengalami luka-luka.

Kementerian Pertahanan Turki telah meluncurkan jet-jet untuk menargetkan 22 lokasi yang dicurigai sebagai lokasi PKK di Irak utara pada, jet tersebut menghancurkan gua-gua, tempat perlindungan dan gudang yang digunakan oleh para militan, menurut The Washington Times.

Selain itu, PKK juga memiliki basis yang berada di wilayah tersebut serta tempat kepemimpinannya yang mempunyai pijakan.

Serangan udara tersebut, merupakan serangan ketiga yang dilakukan oleh angkatan udara Turki terhadap lokasi yang dicurigai sebagai lokasi militan Kurdi di Irak utara setelah adanya ledakan bom bunuh diri pekan lalu. Sementara itu, puluhan orang yang dicurigai mempunyai hubungan dengan PKK telah ditahan dalam penggerebekan di seluruh Turki.

Dari kejadian ini belum ada komentar langsung yang diberikan dari pejabat Kurdi di Irak.

Menteri Luar Negeri Hakan Fidan mengatakan pada konferensi pers bahwa para pejabat intelijen Turki telah menetapkan bahwa kedua penyerang berasal dari Suriah, tempat mereka dilatih.

Fidan juga mengatakan bahwa Turki saat ini menargetkan fasilitas milik PKK yang terletak di Suriah dan Irak, atau kelompok milisi Kurdi yang berafiliasi di Suriah yaitu Unit Pertahanan Rakyat atau YPG.

“Mulai sekarang, seluruh infrastruktur, suprastruktur, dan fasilitas energi milik PKK dan YPG di Irak dan Suriah adalah target sah pasukan keamanan, angkatan bersenjata, dan elemen intelijen kami,” kata Fidan.

“Tanggapan angkatan bersenjata kami terhadap serangan teroris ini akan sangat jelas dan mereka akan menyesal melakukan tindakan seperti itu.” tambahnya.

Adanya pernyataan tersebut, Mazloum Abdi, Komandan Pasukan Demokratik Suriah, memposting tulisan di X/Twitter pada hari Rabu (4/10/2023), membantah bahwa penyerang yang melakukan serangan di Ankara tidak melewati wilayahnya.

“Kami bukan pihak yang terlibat dalam konflik internal di Turki,” tulis Abdi. Ia menambahkan bahwa Turki sedang mencari “dalih untuk melegitimasi serangannya yang terus menerus terhadap wilayah kami dan melancarkan agresi baru dan hal ini meningkatkan kekhawatiran kami.”

Ia juga mengatakan bahwa menargetkan infrastruktur dan ekonomi di timur laut Suriah dan kota-kota dianggap sebagai kejahatan perang.

Akibat dari pernyataan tersebut, Fidan melakukan pertemuan dengan menteri dalam negeri Turki, menteri pertahanan, komandan militer dan kepala intelijen, menurut laporan Agensi Anadolu yang dikelola pemerintah.

Menteri Pertahanan Irak Thabet Muhammad Al-Abbasi juga dijadwalkan untuk mengunjungi Turki pada Kamis (5/10/2023).

PKK telah memimpin pemberontakan selama puluhan tahun di Turki dan dianggap sebagai organisasi teror oleh Amerika Serikat dan Uni Eropa. Puluhan ribu orang telah tewas sejak dimulainya konflik pada 1984.

Sementara itu, agen intelijen Turki telah berhasil membunuh seorang buronan militan Kurdi dalam sebuah operasi di Suriah, menurut laporan Agensi Anadolu pada Rabu.

Militan tersebut merupakan Nabo Kele Hayri, yang dikenal sebagai Mazlum Afrin, dan dicari karena dugaan perannya dalam merencanakan serangan tahun lalu di Istanbul, Istiklal yang menewaskan enam orang.

(Rahman Asmardika)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement