Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Kisah Ade Irma Jadi Tameng Pelindung Jenderal Nasution saat G30SPKI

Fakhrizal Fakhri , Jurnalis-Jum'at, 06 Oktober 2023 |04:00 WIB
Kisah Ade Irma Jadi Tameng Pelindung Jenderal Nasution saat G30SPKI
Ade Irma Nasution (Foto: Wikipedia)
A
A
A

JAKARTA - Putri bungsu Jenderal A.H. Nasution itu menjadi salah satu korban penembakan saat peristiwa G30S PKI. Dia adalah Ade Irma Suryani.

Ade harus mengalami kejadian mencekam saat usianya baru 5 tahun dan menjadi korban dalam peristiwa kudeta yang dilakukan Partai Komunis Indonesia (PKI).

Jenderal Nasution dan keluarganya saat itu berada di Menteng Jakarta Pusat pada 30 September 1965. Pasukan Cakrabirawa menyerbu dan akan menghabisi Jenderal Nasution.

Saat peristiwa itu terjadi, Ade Irma sedang tidur bersama ayah dan ibunya, Jenderal Nasution dan Johana Soenarti.

Jenderal Nasution dan istrinya mendengar pergerakan di dalam rumah mereka. Johana meminta suaminya untuk kabur melalui dinding belakang dan dirinya membuka perlahan pintu agar tidak ketahuan pasukan yang sedang menyerbu.

Adik Jenderal Nasution, Mardiah segera menggendong Ade Irma untuk menyelamatkannya ke kamar lain. Sayangnya Mardiah salah membuka pintu dan mereka pun tertembak.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement