Andi mengungkap bahwa saat itu korban R dikeroyok lebih dari tiga orang. Namun, menurut pengamatannya di lokasi kejadian tidak ada kamera pengawas atau CCTV yang ada menangkap aksi bullying tersebut.
BACA JUGA:
"Itu saya lihat lebih banyak lebih dari tiga orang soalnya saya datang lihat dikerumuni pas ada yang teriak bapaknya R datang langsung pada buyar ke kelas masing masing. Kayaknya nggak ada (CCTV), ada beberapa CCTV cuma tidak menangkap gambar sewaktu kejadian," ungkapnya.
BACA JUGA:
Hingga berita ini diturunkan MNC Portal Indonesia tengah berupaya mengkonfirmasi kejadian tersebut ke pihak sekolah sekaligus tempat kejadian bullying. Namun, hingga saat ini belum mendapat jawaban.
(Fakhrizal Fakhri )